Musim Kemarau Diprediksi Berlangsung Lama, Warga Semarang Wajib Waspada DBD!

Musim Kemarau Diprediksi Berlangsung Lama, Warga Semarang Wajib Waspada DBD!

NYALANUSANTARA, Semarang – Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga penghujung tahun membawa ancaman tersendiri bagi kesehatan masyarakat.  Peningkatan suhu udara dinilai dapat memicu kenaikan sejumlah penyakit musiman, termasuk demam berdarah dengue (DBD).

Meski demikian, Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Semarang memastikan kondisi DBD di Ibu Kota Jawa Tengah masih terkendali.

Bahkan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi selama 2026, jumlah kasus DBD berhasil ditekan hingga 74 persen dibandingkan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan musim kemarau memang memberikan pengaruh terhadap pola penyebaran penyakit. Salah satu yang menjadi perhatian adalah DBD.

"Memang diperkirakan suhunya meningkat. Secara pasti mungkin kita tidak tahu sampai bulan 11 atau bulan 12. Yang jelas dari sisi kesehatan, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap beberapa penyakit yang selama ini memang terkonfirmasi meningkat pada saat musim kemarau. Yang pertama adalah demam berdarah," ujarnya.

Ia menjelaskan, karakteristik nyamuk Aedes aegypti saat musim kemarau berbeda dibandingkan musim hujan.

Menurutnya, meski populasi nyamuk cenderung lebih sedikit, kemampuan nyamuk dalam mengisap darah justru lebih besar sehingga potensi penularan virus dengue tetap tinggi.

"Kalau musim kemarau, nyamuk itu begitu menggigit, darah yang dihisap cukup banyak. Kalau musim hujan jumlah nyamuk memang lebih banyak, tetapi daya sedotnya tidak separah saat musim kemarau. Ketika menggigit, otomatis dia juga memasukkan virus ke dalam tubuh manusia," jelasnya.

Meski risiko penularan meningkat, Abdul Hakam menyebut Kota Semarang berhasil menekan kasus DBD berkat program Wolbachia yang telah dijalankan selama tiga tahun bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

"Alhamdulillah, selama tiga tahun ini kita sudah menjalankan program Wolbachia dari Kementerian Kesehatan. Jadi hari ini kita tidak dihadapkan pada situasi demam berdarah yang meningkat. Bahkan hasil monitoring dan evaluasi tahun 2026 menunjukkan angkanya sudah turun sebanyak 74 persen. Itu akibat program Wolbachia," tegasnya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini