25 Buku Lahir dari Tangan Siswa, SMAN 1 Sigaluh Rayakan HUT ke-29 dengan Panen Karya Literasi

25 Buku Lahir dari Tangan Siswa, SMAN 1 Sigaluh Rayakan HUT ke-29 dengan Panen Karya Literasi

NYALANUSANTARA, Banjarnegara– Momen istimewa mewarnai peringatan HUT ke-29 SMAN 1 Sigaluh, Banjarnegara. Sekolah ini resmi meluncurkan 25 buku karya orisinal hasil program Satu Kelas Satu Buku (SKSB), terdiri dari 24 buku karya siswa dari setiap kelas dan satu buku karya bersama para guru dan karyawan, Kamis (16/7/2026).

Peluncuran karya tersebut menjadi puncak dari program literasi unggulan yang telah digagas sekolah tersebut. Kepala SMAN 1 Sigaluh, Linovia Karmelita, S.Sos., M.Pd., mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga mendorong para pendidik untuk turut berkarya.

"Semoga ini langkah awal yang baik untuk menumbuhkan semangat literasi di kalangan murid dan guru. Ke depan akan kami terus kembangkan kegiatan literasi seperti ini," ujar Linovia.

Untuk memperkuat semangat literasi para siswa, sekolah turut menghadirkan budayawan sekaligus penulis nasional Ahmad Tohari dalam acara "Meet and Greet Budayawan Nasional Ahmad Tohari, Ngobrol Santai Menumbuhkan Minat Literasi Generasi Muda". Kehadiran penulis novel *Ronggeng Dukuh Paruk* itu terasa istimewa karena bertepatan langsung dengan momen peluncuran karya para siswa.

Di hadapan ratusan siswa, Tohari mengapresiasi capaian mereka yang telah mampu menerbitkan karya di usia muda. Ia bahkan menyebut para siswa lebih hebat dibanding dirinya semasa seusia mereka.

"Kalian lebih hebat dari saya karena sudah berkarya di usia semuda ini. Tapi jangan lupa teruslah untuk membaca tulisan penulis besar. Tri gatra bahasa harus dikuasai," pesan Tohari.

Selain memberikan apresiasi, Tohari juga membagikan pengalaman pribadinya dalam menekuni dunia tulis-menulis, mulai dari kebiasaan membaca karya penulis lain sebagai sumber inspirasi hingga perjuangannya menembus media nasional. Ia mengaku karyanya baru dimuat di harian Kompas pada tulisan kelima, setelah melalui proses panjang belajar dari para penulis besar, termasuk karya-karya terjemahan asing.

Menurut Tohari, menulis merupakan sarana pengembangan diri yang strategis dan menjadi salah satu tolok ukur kemajuan suatu bangsa.

"Menulis merupakan aktivitas strategis sebagai sarana dalam rangka mengembangkan diri yang utama. Orang yang menulis, biasanya kepandaiannya di atas rata-rata. Karenanya, maju tidaknya suatu bangsa ditentukan oleh literasi masyarakatnya," ungkapnya.

Capaian SMAN 1 Sigaluh ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara, Drs. Arief Rahman, S.T., M.Si., yang hadir langsung dalam acara tersebut. Arief menilai program SKSB sebagai inisiatif positif yang layak menjadi contoh bagi sekolah lain.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini