Indonesia Jajaki Kerja Sama Robotika AI China untuk Perkuat Sektor Energi
ISTIMEWA
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan sejumlah perusahaan robotika berbasis kecerdasan buatan (AI) asal China dalam ajang Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (World Artificial Intelligence Conference/WAIC) 2026 yang berlangsung di Shanghai pada 17–20 Juli 2026. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sektor energi, mendorong alih teknologi, serta meningkatkan kapasitas industri nasional.
Dalam kunjungannya ke stan Unitree Robotics, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau perkembangan robot humanoid dan robot berkaki empat (quadruped) yang telah dimanfaatkan secara komersial untuk inspeksi industri, gardu listrik, hingga riset kecerdasan buatan di berbagai perguruan tinggi dunia.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, teknologi robotika pintar dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus keselamatan kerja di sektor-sektor berisiko tinggi, seperti pertambangan, minyak dan gas, serta ketenagalistrikan.
Airlangga juga mengunjungi stan Deep Robotics, perusahaan yang mengembangkan robot quadruped untuk kebutuhan inspeksi industri, penanganan keadaan darurat, dan berbagai operasi berisiko tinggi. Teknologi tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia, terutama untuk mendukung operasional di sektor energi, pertambangan, penanggulangan bencana, hingga aktivitas di wilayah terpencil yang sulit dijangkau.
Selain robotika, rombongan Indonesia turut meninjau peluang investasi di bidang infrastruktur digital dengan mengunjungi stan China Information and Communication Technologies Group (CICT) beserta anak usahanya, FiberHome. Pembahasan difokuskan pada pengembangan pusat data dan infrastruktur komunikasi generasi terbaru.
Dalam rangkaian WAIC 2026, Indonesia juga resmi menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Keikutsertaan tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan serta tata kelola AI di tingkat global.
Sebelumnya, Airlangga bersama delegasi Indonesia juga menggelar pertemuan dengan dua perusahaan teknologi besar asal China, Huawei dan ByteDance, guna membahas peluang kerja sama di bidang kecerdasan buatan, pembangunan infrastruktur digital, pengembangan talenta digital, serta investasi teknologi.
Editor: Lulu
Terkini
Surabaya – Kementerian Hukum mulai menguji pendekatan baru…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat sektor…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama DPRD Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mendorong peningkatan…
NYALANUSANTARA, Purbalingga– Kesempatan besar datang bagi Aimar Nahsif…
NYALANUSANTARA, Pemalang– Sebanyak 32 anggota Pramuka Penggalang Kabupaten…
NYALANUSANTARA, Slawi– Di tengah tantangan kenaikan biaya produksi…
NYALANUSANTARA, Cilacap– Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)…
NYALANUSANTARA, Semarang- Persoalan sampah di Jawa Tengah membutuhkan…
NYALANUSANTARA, Semarang- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai membuka…

Komentar