Pemprov Jateng Bangun Tanggul Laut Hibrida di Pesisir, Siapkan Kawasan Pantura Sambut Giant Sea Wall

Pemprov Jateng Bangun Tanggul Laut Hibrida di Pesisir, Siapkan Kawasan Pantura Sambut Giant Sea Wall

NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mulai membangun tanggul laut hibrida di kawasan pesisir sebagai upaya mengurangi abrasi dan rob, sekaligus mendukung rencana pembangunan Giant Sea Wall yang akan dikerjakan pemerintah pusat.

Untuk tahap awal, Pemprov Jateng mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar pada 2026 guna membangun tanggul laut hibrida dengan panjang kurang dari satu kilometer.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah, Yuswanto, mengatakan pembangunan tanggul hibrida merupakan langkah awal pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan kawasan pesisir yang selama ini terdampak abrasi dan penurunan muka tanah.

"Pemprov sudah mulai membangun tanggul laut hibrid. Alokasi tahun ini sekitar Rp10 miliar untuk panjang kurang dari 1 kilometer," kata Yuswanto di Semarang, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, proyek tersebut berjalan seiring dengan rencana pembangunan Giant Sea Wall yang saat ini masih dalam tahap kajian oleh pemerintah pusat.

Meski demikian, Pemprov Jawa Tengah memilih bergerak lebih cepat melalui pembangunan tanggul hibrida agar upaya penanganan abrasi dan rob dapat segera dirasakan masyarakat di wilayah pesisir.

Yuswanto menjelaskan, tanggul laut hibrida menggabungkan struktur beton dengan pendekatan berbasis ekosistem. Konstruksi menggunakan bis beton sebagai penahan ombak, sementara bagian dalamnya ditanami mangrove untuk memperkuat perlindungan pantai secara alami.

"Bentuknya bis beton, dalamnya ditanami mangrove. Ini untuk menahan gempuran ombak dan meningkatkan sedimentasi," ujarnya.

Selain meredam energi gelombang laut, penanaman mangrove juga diharapkan mampu mempercepat pembentukan sedimentasi sehingga kawasan pesisir menjadi lebih stabil dalam jangka panjang.

Pembangunan tanggul laut hibrida difokuskan di kawasan Sayung hingga Timbulsoko, Kabupaten Demak. Penentuan lokasi tersebut disesuaikan dengan rencana konektivitas infrastruktur, termasuk titik keluar Jalan Tol Semarang–Demak.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini