Indonesia Masih Peringkat 4 Ekonomi Halal Dunia, Arsjad Rasjid Dorong Penguatan Ekosistem Syariah
Prof. Nur juga menyoroti besarnya potensi instrumen ZISWAF sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan yang tidak hanya memperkuat sektor filantropi Islam, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia menjadi salah satu pusat ekonomi halal dunia sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan.
Penguatan ekosistem halal yang terintegrasi, inovasi yang berkelanjutan, serta konsistensi kebijakan menjadi faktor utama dalam mengubah potensi besar yang dimiliki Indonesia menjadi kepemimpinan nyata di tingkat global.
Diskusi ini menegaskan bahwa masa depan ekonomi halal Indonesia tidak semata ditentukan oleh besarnya jumlah penduduk muslim maupun luasnya pasar domestik, melainkan oleh kemampuan membangun ekosistem yang kuat melalui penguatan aspek Capital, Governance, dan Inclusivity (CGI). Dengan kolaborasi lintas sektor, dukungan kebijakan yang konsisten, serta inovasi yang berkelanjutan, Indonesia memiliki peluang besar untuk bertransformasi dari sekadar pasar menjadi salah satu pusat ekonomi halal dunia.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Jakarta– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong enam…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang— Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa…
NYALANUSANTARA, Semarang— Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan…
NYALANUSANTARA, Semarang – Fakultas Sains dan Matematika (FSM)…
NYALANUSANTARA, Semarang - Dinamika organisasi di lingkungan Polri…
NYALANUSANTARA, Semarang— Kebakaran melanda lahan kosong di Jalan…
NYALANUSANTARA, Semarang - PT Liga Utama Indonesia (PT…
NYALANUSANTARA, Semarang - Komisi Pemilihan Umum atau KPU…
NYALANUSANTARA, Semarang — Belasan anak usia sekolah dasar…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Penurunan harga saham PT GoTo Gojek…
NYALANUSANTARA, Keerom – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro…
NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang…

Komentar