Whitesky Group Pesan 60 Pesawat eVTOL China untuk Dukung Transportasi Udara di Indonesia

Whitesky Group Pesan 60 Pesawat eVTOL China untuk Dukung Transportasi Udara di Indonesia

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Operator helikopter asal Indonesia, Whitesky Group, resmi memesan 60 unit pesawat listrik berteknologi electric vertical takeoff and landing (eVTOL) tipe VE25-100 dari perusahaan asal China, Volant. Kesepakatan senilai 1,5 miliar yuan tersebut ditandatangani pada Rabu (22/7) dalam ajang International Advanced Air Mobility Expo 2026.

Selain pengadaan pesawat, kedua perusahaan juga sepakat menjalin kerja sama untuk mengembangkan sistem mobilitas udara perkotaan (urban air mobility/UAM) di Indonesia.

Pesawat VE25-100 menggunakan konfigurasi sayap hibrida dan mampu mengangkut hingga enam penumpang. Kendaraan udara ini memiliki jangkauan terbang sekitar 200 hingga 400 kilometer dengan kecepatan maksimum mencapai 235 kilometer per jam. Kabinnya juga dirancang fleksibel sehingga dapat dimodifikasi untuk mengangkut kontainer maupun berbagai peralatan operasional.

CEO sekaligus pendiri Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menilai produsen asal China memiliki keunggulan dalam menghadirkan teknologi eVTOL yang canggih dengan harga lebih kompetitif dibandingkan produk dari Eropa maupun Amerika Serikat.

Menurutnya, pesawat eVTOL dari negara Barat umumnya ditujukan untuk pasar premium dengan harga tinggi. Sementara itu, Indonesia sebagai negara berkembang yang berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa membutuhkan moda transportasi yang terjangkau dan dapat melayani masyarakat secara luas.

Denon mengatakan harga yang lebih kompetitif menjadi salah satu alasan utama perusahaan memilih teknologi asal China untuk mendukung pengembangan transportasi udara masa depan di Indonesia.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia dinilai memiliki tantangan besar dalam membangun konektivitas antardaerah. Kehadiran teknologi eVTOL diyakini dapat menjadi solusi baru untuk mempercepat mobilitas penumpang maupun distribusi logistik ke berbagai wilayah.

Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi Indonesia sangat bergantung pada sektor pertambangan, pertanian, dan pariwisata. Karena itu, transportasi udara berbiaya lebih efisien dinilai mampu mendukung aktivitas di ketiga sektor tersebut sekaligus meningkatkan konektivitas antarpulau.

Selain mempercepat distribusi barang dan perjalanan masyarakat, penggunaan pesawat listrik juga diharapkan membantu Indonesia mencapai target emisi karbon nol bersih pada 2050.

Untuk mendukung operasional eVTOL, Whitesky Group juga menyatakan siap mengembangkan infrastruktur pendukung. Perusahaan berencana mengubah jaringan heliport menjadi vertiport serta menyiapkan sistem elektrifikasi yang diperlukan agar transisi dari helikopter konvensional ke pesawat eVTOL dapat berjalan lancar di masa mendatang.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini