Perangi TBC Sedini Mungkin, Pemalang Gerakkan 239 Titik Pemeriksaan Serentak

Perangi TBC Sedini Mungkin, Pemalang Gerakkan 239 Titik Pemeriksaan Serentak

NYALANUSANTARA, Pemalang – Upaya memutus rantai penularan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pemalang kian digencarkan. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro secara resmi membuka kegiatan Tracing Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi di Kantor Lurah Mulyoharjo, Senin (27/7/2026), yang diawali dengan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan TBC serta dilanjutkan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Puskesmas Mulyoharjo.

Bupati Anom menegaskan penanggulangan TBC harus dilakukan secara serius, mulai dari menemukan kasus sedini mungkin, memberikan pengobatan, hingga memastikan pasien benar-benar sembuh. Baginya, langkah tracing bukan sekadar rutinitas program kesehatan, melainkan bentuk kehadiran negara bagi warganya.

“Kita ingin menemukan penderita TBC sedini mungkin agar segera mendapatkan pengobatan. Negara hadir bukan hanya untuk menemukan, tetapi juga memastikan pasien menjalani pengobatan sampai sembuh,” kata Anom.

Ia tak menampik bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban kasus TBC yang tinggi. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengikuti pemeriksaan maupun kegiatan tracing yang digelar pemerintah. 

“Jangan takut diperiksa, datang untuk tracing bukan berarti pasti menderita TBC. Justru dengan pemeriksaan, penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya lebih cepat dan peluang sembuh semakin besar,” ujarnya.

Kepada warga yang telanjur terdiagnosis, Anom mengingatkan pentingnya kedisiplinan menjalani pengobatan hingga tuntas. “Pengobatan TBC harus sampai selesai, jangan berhenti di tengah jalan meskipun sudah merasa sehat. Dibutuhkan disiplin serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan agar pasien benar-benar sembuh,” tegasnya. 

Ia menambahkan, kehadiran layanan Cek Kesehatan Gratis juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah memperluas akses layanan kesehatan tanpa biaya bagi masyarakat.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati menjelaskan bahwa Tracing TBC Terintegrasi merupakan strategi percepatan penemuan kasus yang akan digelar di 239 lokus tersebar di 25 puskesmas se-Kabupaten Pemalang, berlangsung sejak Juli hingga November 2026. 

Menurutnya, capaian investigasi kontak selama ini menunjukkan tren positif, dari hanya sekitar 17 persen pada 2021 kini merangkak naik mendekati 30 persen, membuktikan efektivitas metode tracing dalam menjaring kasus TBC di tengah masyarakat.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menemukan kasus TBC sedini mungkin agar penderita segera mendapatkan pengobatan, mempercepat proses penyembuhan, sekaligus mencegah penularan di lingkungan sekitarnya,” jelas Wiji, sembari mengapresiasi dukungan penuh Bupati Pemalang terhadap program-program kesehatan daerah.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mulyoharjo, Nofie, memaparkan bahwa pelaksanaan perdana ini digelar di Kelurahan Mulyoharjo sebagai bagian dari 16 lokus yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Mulyoharjo, meliputi empat kelurahan dan satu desa. Setiap lokus menargetkan 100 peserta untuk menjalani skrining kesehatan, dengan sasaran utama masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC.

Nofie menjelaskan, peserta akan menjalani skrining awal melalui layanan Cek Kesehatan Gratis, sebelum dilanjutkan pemeriksaan lanjutan berupa X-ray mobile atau pemeriksaan dahak bila diperlukan. Bagi warga yang terkonfirmasi positif TBC, pengobatan dapat langsung dimulai dengan dukungan ketersediaan obat dari Dinas Kesehatan.

Pada pelaksanaan perdana ini, sebanyak 100 peserta tercatat mengikuti sosialisasi sekaligus layanan Cek Kesehatan Gratis. Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini semakin meningkat, penemuan kasus TBC semakin cepat, dan cita-cita mewujudkan Kabupaten Pemalang yang sehat dan bebas tuberkulosis dapat segera terwujud.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini