Hadapi Musim Kemarau, Peternak Magelang Didorong Siapkan Bank Pakan Silase

Hadapi Musim Kemarau, Peternak Magelang Didorong Siapkan Bank Pakan Silase

NYALANUSANTARA, Mungkid— Peternak di Kabupaten Magelang didorong membangun bank pakan berbasis silase untuk menjaga ketersediaan hijauan pakan ternak sepanjang tahun. Langkah ini dinilai penting karena pasokan hijauan kerap melimpah pada musim hujan, tetapi sulit diperoleh ketika musim kemarau.

Upaya tersebut diperkenalkan melalui Bimbingan Teknis Budidaya Hijauan Pakan Ternak dan Teknologi Pakan yang digelar di Kelompok Ternak Kambing dan Sapi Sumber Rejeki, Dusun Garongan, Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan itu menjadi bagian dari Rencana Aksi Perangkat Daerah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang dalam meningkatkan ketersediaan serta mutu pakan ternak. Pelaksanaan bimbingan teknis turut didukung PT Eka Farma Semarang yang bergerak di bidang farmasi hewan.

Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Novie Nurwidiyanto, S.Pt., M.M.A., mengatakan peternak masih menghadapi kendala dalam menyediakan pakan berkualitas secara berkelanjutan.

“Pada musim hujan, hijauan melimpah dan banyak yang terbuang. Sementara itu, pada musim kemarau, hijauan sulit didapatkan,” kata Novie, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat diatasi melalui pengembangan budidaya hijauan pakan ternak berkualitas dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Beberapa jenis hijauan yang dapat dibudidayakan antara lain rumput odot, pakchong, biograss, dan gama umami.

Hasil budidaya tersebut dapat diberikan kepada ternak dalam kondisi segar. Ketika produksi hijauan melimpah, sebagian hasil panen dapat diolah menjadi silase dan disimpan sebagai cadangan pakan.

“Metode yang paling disarankan adalah silase. Saat panen melimpah pada musim hujan, hijauan dapat diawetkan dan digunakan kembali ketika pasokan pakan berkurang pada musim kemarau,” ujarnya.

Silase merupakan teknik pengawetan hijauan melalui proses fermentasi dalam tempat tertutup dan kedap udara. Teknologi ini direkomendasikan karena pembuatannya relatif mudah, membutuhkan biaya yang terjangkau, mampu mempertahankan kandungan nutrisi hijauan, serta dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama.

Penerapan budidaya hijauan yang disertai pembuatan silase diharapkan dapat membantu peternak mengurangi ketergantungan terhadap pakan musiman. Peternak juga dapat mengelola hasil panen secara lebih efisien sehingga hijauan yang melimpah tidak terbuang.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini