Laba Bersih GoTo Tembus Rp252 Miliar pada Kuartal II-2026

Laba Bersih GoTo Tembus Rp252 Miliar pada Kuartal II-2026

Sepanjang kuartal II-2026, unit bisnis fintech mencatatkan pertumbuhan pesat dengan EBITDA yang disesuaikan melonjak 447% YoY menjadi Rp481 miliar, disokong oleh pendapatan bersih yang naik 53% YoY melebihi Rp2,0 triliun.

Pengguna Bertransaksi Bulanan (Monthly Transacting Users/MTU) GoPay naik 29% YoY menjadi 28,8 juta pengguna, dengan total volume transaksi mencapai 2,4 miliar kali. Tingginya keterikatan pengguna (user engagement) juga mendorong penyaluran pinjaman, sehingga nilai buku pinjaman GoPay tumbuh 58% YoY menjadi Rp11 triliun dengan kualitas rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang tetap stabil.

Di sisi lain, unit on-demand services (ODS) membukukan EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp464 miliar (naik 41% YoY) dengan pendapatan bersih Rp3,6 triliun. GTV segmen ODS tumbuh 2% YoY menjadi Rp16,7 triliun. Kinerja segmen pengiriman (delivery) dan mobilitas (mobility) tercatat mengalami kenaikan margin, masing-masing menjadi 2,1% dan 5,0%.

Bersamaan dengan penyampaian laporan keuangan, GoTo mengumumkan rencana aksi korporasi berupa pembatalan lebih dari 32 miliar saham tresuri, atau setara dengan 2,7% dari total saham beredar. Rencana ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Hans menambahkan, perseroan juga terus memperluas investasi pada ekosistem pendukung, termasuk mitra pengemudi. Melalui Program Apresiasi Mitra, GoTo memberikan berbagai fasilitas, mulai dari jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, beasiswa pendidikan, hingga program umrah gratis.

“Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” pungkasnya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini