Jateng Masih Tertinggal dalam Produksi Susu Nasional, Pemprov Perkuat Pendampingan Peternak Sapi Perah

Jateng Masih Tertinggal dalam Produksi Susu Nasional, Pemprov Perkuat Pendampingan Peternak Sapi Perah

NYALANUSANTARA, BATANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan kontribusi produksi susu nasional yang hingga kini masih tertinggal dibandingkan provinsi lain. Melalui pendampingan berkelanjutan kepada kelompok peternak sapi perah, pemerintah berharap produksi susu di Jateng dapat terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan industri.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, drh. Adinigtyas Mula Pertiwi, MM, mengatakan kontribusi produksi susu Jawa Tengah saat ini masih berada di posisi ketiga secara nasional dengan porsi sekitar 9,4 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah Jawa Timur yang menyumbang sekitar 60 persen dan Jawa Barat sebesar 14–15 persen.

"Kontribusi Jawa Tengah masih belum mencapai 10 persen, tepatnya 9,4 persen. Jaraknya masih cukup jauh dibandingkan Jawa Timur maupun Jawa Barat," ujar Adinigtyas saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peternak Sapi Perah bertema Peningkatan Kompetensi untuk Produksi Susu Berkualitas, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing di Kabupaten Batang.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten serta didukung PT Eka Farma Semarang. Bimtek diikuti perwakilan kelompok peternak dari Desa Pacet dan Desa Semampir.

Meski demikian, Adinigtyas menilai perkembangan produksi susu di Kabupaten Batang menunjukkan tren yang sangat positif. Dalam tiga tahun terakhir, produksi susu meningkat drastis dari sekitar 70 liter per hari menjadi sekitar 2,5 ton per hari. Peningkatan tersebut membuat hasil produksi peternak mulai diterima oleh industri pengolahan susu.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi Batang untuk terus berkembang sebagai sentra sapi perah baru di Jawa Tengah. Bahkan, ia menilai para peternak harus mulai bersiap memenuhi potensi permintaan industri yang dapat mencapai 130 ton.

Untuk mempercepat peningkatan produksi, pemerintah tidak hanya mengandalkan peran dinas, tetapi juga menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelaku industri dan media. Pendampingan peningkatan kapasitas peternak dinilai jauh lebih penting dibandingkan sekadar pemberian bantuan fisik.

Selain itu, pemerintah juga berupaya mengatasi berbagai kendala yang dihadapi peternak, salah satunya keterbatasan bibit sapi perah berkualitas. Langkah yang disiapkan antara lain menarik lebih banyak investor penyedia indukan serta memperbaiki sistem inseminasi buatan (IB) agar kualitas bibit semakin baik.

Adinigtyas menambahkan, kegiatan bimbingan teknis bagi peternak sapi, kambing, maupun domba akan terus dilaksanakan meski anggaran yang tersedia masih terbatas sejak 2024. Pemerintah berharap Kabupaten Batang dapat berkembang menjadi salah satu kawasan pengembangan sapi perah baru yang mampu meningkatkan kontribusi Jawa Tengah terhadap produksi susu nasional.

preferred sources in Google Searc


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini