Festival Curug Bengkawah 2026 Tarik Ribuan Pengunjung, Dongkrak Wisata dan UMKM Desa Sikasur Pemalang
NYALANUSANTARA, Pemalang- Ribuan warga memadati kawasan Telaga Silating hingga Curug Bengkawah, Desa Sikasur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, pada Minggu (2/8/2026), dalam gelaran Festival Curug Bengkawah 2026. Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kecamatan Belik, Pemerintah Desa Sikasur, bersama Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menjadi ajang promosi potensi wisata alam, budaya, sekaligus produk unggulan UMKM lokal.
Festival dibuka dengan kegiatan Fun Walk yang menempuh rute Telaga Silating–Balai Desa Sikasur–Pos Senam Prolanis–depan Pom Mini–Wanasela hingga berakhir di Curug Bengkawah. Selain jalan sehat, pengunjung juga disuguhi bazar UMKM, pertunjukan hiburan, penyerahan notasi gending dari Tim KKN-PPM UGM kepada Karawitan Sendang Mulia Desa Sikasur, hingga pengundian berbagai hadiah doorprize seperti sepeda gunung, kambing, telepon genggam, kulkas, dan hadiah menarik lainnya.
Camat Belik, Slamet Edy Riyanto, mengatakan Festival Curug Bengkawah menjadi momentum penting untuk memperkenalkan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pemalang kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurutnya, promosi melalui festival diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Festival ini menjadi sarana memperkenalkan Curug Bengkawah beserta potensi alam, budaya, dan UMKM agar semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan," ujar Slamet.
Ia juga mengajak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas pengelolaan Curug Bengkawah agar tetap bersih, nyaman, dan berkelanjutan sehingga mampu mempertahankan daya tarik wisata.
Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah yang diwakili Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Pemalang, Darmawan, menilai penyelenggaraan festival menjadi langkah strategis dalam mempromosikan potensi wisata alam sekaligus mendukung pengembangan kawasan Taman Wisata Alam Curug Bengkawah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi menjadi kunci menjaga kelestarian kawasan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UGM, Taufik, mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya Festival Curug Bengkawah untuk kedua kalinya. Ia berharap sinergi antara UGM, pemerintah daerah, BKSDA, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat.
Bahkan, UGM berencana kembali mengirimkan mahasiswa KKN-PPM ke Desa Sikasur pada 2027 untuk melanjutkan pendampingan pengelolaan destinasi wisata tersebut.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjuk Wakil…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang – Polda Jateng menggelar Upacara Bendera…
NYALANUSANTARA, Semarang - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dalam rangka memperingati Hari Ulang…
NYALANUSANTARA, Semarang - Semangat kemerdekaan Indonesia mulai terasa…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Drama KBS 2TV “Love on the Menu”…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Ferrari memperkenalkan CZ26, supercar eksklusif yang dibuat…
NYALANUSANTARA, DEPOK- Lamborghini resmi memperkenalkan Revuelto Super Veloce (SV),…
NYALANUSANTARA, TANGGERANG- Aston Martin memperkenalkan tiga unit khusus DB12…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Festival Arak-Arakan Cheng Ho 2026 menampilkan kirab…
NYALANUSANTARA, KEDIRI- Toyota memperkenalkan Aero Black Edition sebagai paket…
Semarang – Suasana riang mewarnai kunjungan Wali Kota…

Komentar