Lapas Semarang Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan

Lapas Semarang Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan

Semarang - Lapas Kelas I Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam menggagalkan pelemparan narkoba. Upaya penyelundupan barang terlarang dengan modus pelemparan dari luar tembok lapas berhasil digagalkan petugas pada Selasa (4/8).

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 09.30 WIB saat petugas Lapas, Aditya Siko dan Dany Marsa, tengah melaksanakan pengawasan kegiatan pertanian di area brandgang luar sebelah utara Lapas Kelas I Semarang. Saat melakukan patroli, petugas menemukan sebuah bungkusan mencurigakan yang dibungkus plastik hitam dan dililit lakban hitam.

Mengetahui adanya temuan tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan Kepala Seksi Keamanan dan Kepala Seksi Pencegahan dan Penindakan Gangguan Keamanan dan Ketertiban (Portatib) untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses pembongkaran bungkusan dilakukan disertai dokumentasi sebagai bagian dari prosedur pengamanan barang bukti.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga merupakan obat-obatan terlarang, yakni 300 butir diduga Alprazolam, 45 butir diduga Riklona, serta satu paket yang diduga sabu yang masih menunggu proses penimbangan. Di dalam bungkusan juga ditemukan batu kerikil yang diduga digunakan sebagai pemberat agar bungkusan dapat dilempar melewati tembok lapas.

Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menegaskan bahwa keberhasilan menggagalkan upaya penyelundupan tersebut merupakan bukti kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan fungsi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

"Kami tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi upaya penyelundupan narkoba maupun barang terlarang ke dalam Lapas. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kewaspadaan petugas yang selalu menjalankan pengawasan secara optimal," tegas Ahmad Tohari.

Saat ini, barang bukti telah diamankan dan diinventarisasi oleh jajaran pengamanan Lapas. Dugaan sementara, bungkusan tersebut merupakan hasil percobaan pelemparan yang dilakukan oleh pihak luar dengan tujuan memasukkan barang terlarang ke dalam area lapas. Lapas Kelas I Semarang juga tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku serta memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Ahmad Tohari menambahkan bahwa pihaknya terus meningkatkan sistem pengamanan melalui patroli rutin, pengawasan area rawan, penggeledahan kamar hunian secara berkala, serta memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan.

"Kami berharap keberhasilan penggagalan ini menjadi bukti bahwa seluruh jajaran Lapas Semarang tetap siaga dan berkomitmen menjaga keamanan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemberantasan narkoba sehingga Lapas dapat menjadi tempat pembinaan yang aman, bersih, dan benar-benar mampu mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik," pungkas Ahmad Tohari.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini