Wabup Kulon Progo Dorong Reboisasi Kokap, Pohon Aren Jadi Harapan Hadapi Kekeringan

Wabup Kulon Progo Dorong Reboisasi Kokap, Pohon Aren Jadi Harapan Hadapi Kekeringan

NYALANUSANTARA, Kulon Progo– Di tengah bentang Perbukitan Menoreh yang mengelilingi Pedukuhan Tapen, ancaman kekeringan menjadi persoalan yang mulai mendapat perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendorong warga Kokap menjaga kawasan perbukitan melalui reboisasi, termasuk dengan menanam pohon aren yang dinilai mampu memberi manfaat ekologis sekaligus ekonomi.

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko saat mengikuti Safari Jumat di Masjid Al Huda, Pedukuhan Tapen, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Jumat (7/8/2026).

Bagi Ambar, persoalan air di Kokap tidak bisa menunggu hingga musim kering datang dan sumber-sumber air mulai menyusut. Langkah pencegahan harus dimulai dari sekarang dengan menjaga tutupan lahan dan memperkuat penghijauan di kawasan perbukitan.

“Problematika utama di Kokap ke depan adalah ancaman kekeringan. Saya mengajak masyarakat dan jajaran pemerintah kalurahan untuk menguatkan komunikasi dan menggalakkan gerakan reboisasi,” ujar Ambar.

Ia kemudian menawarkan satu gagasan yang menurutnya bisa memberikan manfaat jangka panjang, yakni penanaman pohon aren.

Tanaman tersebut dinilai tidak hanya berpotensi membantu menjaga daya dukung lingkungan dan ketersediaan air, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Jika perbukitan Kokap ini kita tanami pohon aren, dalam lima hingga 10 tahun ke depan masyarakat sendiri yang akan memetik hasilnya, baik dari ketersediaan air maupun nilai ekonominya,” katanya.

Ajakan itu terasa selaras dengan karakter masyarakat Tapen yang selama ini hidup dekat dengan alam sekaligus kuat dalam tradisi gotong royong.

Safari Jumat yang digelar Pemkab Kulon Progo bukan hanya menjadi ruang menyampaikan program pemerintah. Di Masjid Al Huda, pertemuan itu juga membuka cerita tentang bagaimana kerukunan dan kebersamaan masih dirawat di tengah masyarakat.

Ambar mengaku selalu memiliki kesan tersendiri setiap kali berkunjung ke wilayah Kokap. Ia menilai masyarakat setempat masih kuat menjaga tata krama, kebersamaan, dan budaya saling menghormati.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini