15.342 RTLH Masih Tersisa di Gunungkidul, 256 Unit Ditargetkan Ditangani pada 2026

15.342 RTLH Masih Tersisa di Gunungkidul, 256 Unit Ditargetkan Ditangani pada 2026

NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi pekerjaan besar bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Hingga akhir Juli 2026, tercatat 15.342 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masih membutuhkan penanganan, sementara pemerintah daerah menargetkan rehabilitasi 256 unit sepanjang tahun ini.

Data tersebut disampaikan saat Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau pembangunan RTLH di Padukuhan Karangnongko, Kalurahan Wiladeg, Kapanewon Karangmojo, Jumat (7/8/2026).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengatakan berdasarkan SK Bupati Nomor 125/KPTS/2021 terdapat 21.758 unit RTLH yang menjadi sasaran penanganan pemerintah daerah.

Sejumlah rumah telah diperbaiki melalui berbagai skema pembiayaan. APBD Kabupaten Gunungkidul tercatat membiayai penanganan 2.015 unit, sedangkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat menangani 2.693 unit.

Penanganan lainnya dilakukan melalui Dana Keistimewaan, APBD Provinsi, program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, serta dukungan Baznas.

Meski ribuan rumah telah tertangani, jumlah yang tersisa masih cukup besar. Pemerintah daerah karena itu melanjutkan program secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran dan prioritas penerima.

“Untuk tahun anggaran 2026, Dinas PUPR menargetkan penanganan 256 unit RTLH yang tersebar di 14 kapanewon dan 53 kalurahan,” kata Rakhmadian.

Salah satu penerima tahun ini adalah keluarga Ipung Permadi Perkasa di Padukuhan Karangnongko.

Keluarga tersebut memperoleh bantuan stimulan sebesar Rp20 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Gunungkidul. Bantuan itu kemudian diperkuat dengan swadaya keluarga hingga Rp40 juta untuk menyelesaikan pembangunan rumah.

Saat ditinjau bupati, progres pembangunan rumah telah mencapai sekitar 75 hingga 80 persen. Pekerjaan ditargetkan selesai pada 15 Agustus 2026.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini