BNNP Jateng dan Dinas ESDM Perkuat Sinergi Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Narkoba

BNNP Jateng dan Dinas ESDM Perkuat Sinergi Wujudkan Lingkungan Kerja Bersih Narkoba

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah terus memperluas kolaborasi dengan perangkat daerah untuk membangun lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi dan silaturahmi Kepala BNNP Jawa Tengah dengan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah di Kantor Dinas ESDM Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (3/8/2026).

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung pertemuan tersebut dan diterima Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, S.T., M.T. Sejumlah pejabat utama BNNP Jawa Tengah dan jajaran Dinas ESDM turut menghadiri audiensi.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah BNNP Jawa Tengah dalam memperluas penerapan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan pemerintahan.

BNNP menilai upaya menciptakan birokrasi yang sehat, profesional, dan berintegritas membutuhkan keterlibatan seluruh instansi. Komitmen untuk mencegah penyalahgunaan narkotika harus dibangun melalui budaya kerja yang sehat dan konsisten.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai tantangan penyalahgunaan narkotika yang berpotensi mengancam aparatur negara. Selain itu, dibicarakan pula sejumlah strategi pencegahan melalui penguatan kebijakan, edukasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

BNNP Jawa Tengah turut menyampaikan gambaran mengenai kondisi penyalahgunaan narkotika di wilayah Jawa Tengah. Instansi pemerintah didorong untuk mengambil peran aktif melalui sejumlah langkah, antara lain membuat kebijakan internal terkait P4GN, menggelar sosialisasi bahaya narkoba, membentuk relawan antinarkoba, memperluas penyebaran informasi, meningkatkan kapasitas pegawai, serta melaksanakan tes urine sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Agus Rohmat, menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika merupakan tanggung jawab bersama dan tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN.

Menurutnya, seluruh perangkat daerah memiliki peran penting dalam membangun lingkungan kerja yang aman, produktif, berintegritas, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Ia juga menyebut setiap instansi pemerintah dapat menjadi benteng awal dalam melindungi aparatur sipil negara dari ancaman narkotika. Semakin banyak instansi yang memiliki komitmen terhadap lingkungan kerja Bersih dari Narkoba, semakin kuat pula ketahanan birokrasi dan masyarakat Jawa Tengah.

Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menyambut positif audiensi tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemerintahan.

Dinas ESDM Jawa Tengah, kata Agus, siap mendukung pelaksanaan Program P4GN melalui berbagai kegiatan, mulai dari edukasi dan sosialisasi, peningkatan kapasitas pegawai, hingga langkah-langkah preventif lainnya.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada audiensi, tetapi dapat dilanjutkan melalui program yang konkret dan berkelanjutan untuk membangun budaya kerja yang sehat, profesional, berintegritas, serta bebas narkoba.

Sementara itu, Penyidik Madya BNNP Jawa Tengah, Ferry Sandy Sitepu, S.I.K., M.H., mengatakan keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam membangun sistem pencegahan narkotika yang efektif.

Menurut Ferry, penerapan kebijakan P4GN, pembentukan relawan antinarkoba, edukasi berkelanjutan, serta deteksi dini melalui tes urine merupakan sejumlah langkah yang dapat dilakukan instansi untuk memperkuat perlindungan di lingkungan kerja.

Ia menilai pencegahan akan lebih efektif apabila seluruh instansi bergerak bersama, bukan hanya mengandalkan upaya penindakan dan penegakan hukum.

Keberhasilan pemberantasan narkotika, lanjut Ferry, juga tidak semata-mata dilihat dari jumlah kasus yang berhasil diungkap. Indikator lainnya adalah semakin banyak institusi yang mampu membangun budaya kerja antinarkoba secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui audiensi tersebut, BNNP Jawa Tengah dan Dinas ESDM Jawa Tengah berkomitmen meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam pelaksanaan P4GN. Program-program pencegahan diharapkan dapat disusun secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

BNNP Jawa Tengah juga mengajak perangkat daerah, BUMN, BUMD, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Instansi Bersih dari Narkoba atau BERSINAR.

Gerakan tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menciptakan birokrasi yang sehat, produktif, dan memiliki integritas.

Semakin luas keterlibatan berbagai instansi dalam menjalankan Program P4GN, semakin kuat pula ketahanan Jawa Tengah dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Sinergi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Jawa Tengah Bersinar atau Bersih Narkoba sekaligus mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini