Yunnan dan Bali Perluas Kerja Sama Pertanian, Ekowisata, dan Energi Hija

Yunnan dan Bali Perluas Kerja Sama Pertanian, Ekowisata, dan Energi Hija

NYALANUSANTARA, YUNAN- Provinsi Yunnan di China dan Provinsi Bali resmi melanjutkan kerja sama di bidang pertanian dan pariwisata ekologis dengan memasuki tahap ketiga proyek percontohan pada 12 Agustus 2026. Fase terbaru ini memperluas cakupan kolaborasi hingga sektor energi hijau.

Melalui tahap ketiga tersebut, kedua pihak memasang 27 set lampu jalan bertenaga surya serta menambah area percontohan budidaya padi organik seluas 10 hektare. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pertanian, ekowisata, dan energi ramah lingkungan dalam satu program pembangunan berkelanjutan.

Kerja sama Yunnan dan Bali telah berlangsung selama lebih dari dua dekade sejak kedua daerah menjalin hubungan sebagai wilayah kembar pada 2003. Selama periode tersebut, berbagai program pertukaran dan kolaborasi telah dilakukan, mencakup sektor budaya, pariwisata, pertanian, hingga pengembangan masyarakat.

Wakil Presiden Asosiasi Rakyat untuk Persahabatan dengan Negara-Negara Asing Provinsi Yunnan, Wang Yu, mengatakan Program "Yunnan Hand in Hand" yang diluncurkan di Bali pada 2024 telah menghasilkan kerja sama konkret di bidang pertanian organik dan ekowisata. Menurutnya, program tersebut menjadi sarana untuk mengubah hubungan persahabatan antardaerah menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

Yunnan juga berkomitmen memperkuat kerja sama melalui berbagai platform pertukaran masyarakat, kolaborasi praktis, interaksi budaya, serta komunikasi generasi muda. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat kerja sama kepada lebih banyak komunitas di Yunnan dan Bali.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan bahwa pemerintah Bali memberikan dukungan penuh terhadap proyek percontohan tersebut. Program ini dinilai sejalan dengan agenda Bali dalam pembangunan berkelanjutan, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan menggabungkan pertanian, konservasi lingkungan, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat, proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang baru bagi petani, masyarakat pedesaan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Desa Senganan juga menyebutkan bahwa selama tiga tahun pelaksanaan program, masyarakat desa mendapatkan berbagai pengetahuan mengenai pertanian organik, pengelolaan lingkungan, pemanfaatan energi hijau, hingga pembangunan pedesaan berkelanjutan. Pengetahuan tersebut dinilai membantu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperbaiki kondisi lingkungan desa.

Selain itu, program tersebut turut meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam mendukung upaya revitalisasi pedesaan. Dalam acara peluncuran fase ketiga, Asosiasi Rakyat untuk Persahabatan dengan Negara-Negara Asing Provinsi Yunnan dan Asosiasi Persahabatan Indonesia-China Cabang Bali turut menandatangani perjanjian kerja sama.

Kesepakatan tersebut ditujukan untuk memperluas ruang pertukaran persahabatan serta memperkuat kerja sama praktis antara kedua pihak. Dari pengembangan pertanian organik dan ekowisata hingga pemanfaatan energi hijau, Program "Yunnan Hand in Hand" diharapkan terus menjadi penghubung hubungan masyarakat Yunnan dan Bali.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini