Gerindra Jateng Gerakkan Kader Kawal Program Prabowo hingga Daerah

Gerindra Jateng Gerakkan Kader Kawal Program Prabowo hingga Daerah

NYALANUSANTARA, Semarang– DPD Partai Gerindra Jawa Tengah menggerakkan seluruh kader di 35 kabupaten/kota untuk turun langsung ke masyarakat menyosialisasikan sekaligus mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Instruksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pengurus partai di tingkat daerah, tetapi juga menyasar struktur hingga tingkat ranting dan anggota legislatif Fraksi Gerindra. Tujuannya, memastikan program pemerintah tidak berhenti sebagai kebijakan di tingkat pusat, tetapi benar-benar dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengatakan tugas kader setelah Pemilu tidak lagi sebatas memenangkan kontestasi politik. Menurut dia, pekerjaan berikutnya justru memastikan program pemerintahan berjalan sampai ke lapisan masyarakat paling bawah.

“Perjuangan kita tidak berhenti pada saat pemilu selesai. Setelah Pak Prabowo menjadi Presiden, tugas kader adalah memastikan program-program pemerintah benar-benar hadir dan dirasakan rakyat,” ujar Heri, Jumat (14/8/2026).

Pria yang akrab disapa Heri Londo itu menilai kader memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Kedekatan tersebut, menurut dia, harus dimanfaatkan untuk menjelaskan program pemerintah sekaligus menyerap berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya.

“Seluruh kader Gerindra di Jawa Tengah harus memahami dan jangan berhenti menyosialisasikan program-program Presiden Prabowo kepada masyarakat. Tidak hanya menyampaikan informasinya, tetapi juga ikut mengawal agar program tersebut berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” katanya.

Dari Sosialisasi hingga Pengawalan Program
Sejumlah program yang menjadi perhatian antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada pangan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, penguatan ekonomi masyarakat, serta program perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut Heri, tidak semua masyarakat memahami mekanisme maupun manfaat program-program tersebut. Karena itu, kader diminta mampu menjelaskannya dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami.

“Kalau ada masyarakat yang belum mengetahui, kader harus hadir memberikan informasi. Kalau ada persoalan dalam pelaksanaan, kader juga harus menyampaikan dan ikut mencarikan solusi,” ujarnya.

Bagi Heri, tugas tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian politik. Kader tidak cukup hanya hadir ketika momentum politik berlangsung, tetapi harus terus menjaga hubungan dengan masyarakat melalui penyerapan aspirasi dan pengawalan program.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini