Pesantren Watucongol Jaga Tradisi Ilmu, Gus Yasin Ajak Jawa Tengah Rawat Warisan Keagamaan

Pesantren Watucongol Jaga Tradisi Ilmu, Gus Yasin Ajak Jawa Tengah Rawat Warisan Keagamaan

Salah satunya melalui pembacaan Al-Qur'an dan Dalailul Khairat, kitab yang berisi kumpulan shalawat dan doa yang rutin diamalkan oleh para santri serta keluarga besar pesantren.

Bagi Gus Yasin, tradisi tersebut memiliki nilai penting dalam membentuk lingkungan pendidikan yang melahirkan generasi berilmu.

Menurutnya, seseorang menjadi alim melalui proses panjang yang dibangun dari pembelajaran, pengamalan, serta lingkungan yang mendukung perkembangan ilmu.

"Tradisi seperti membaca Al-Qur'an dan Dalailul Khairat menjadi bagian dari proses pendidikan yang membentuk karakter dan keilmuan seseorang," katanya.

Menjaga Amanah Pendidikan Santri
Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, Aly Qoishor Ahmad Abd Haq, menyampaikan bahwa keberlangsungan pesantren hingga saat ini tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat.

Menurutnya, para orang tua yang menitipkan pendidikan anak-anaknya di pesantren memberikan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Kepercayaan tersebut menjadi dorongan bagi seluruh unsur pesantren, mulai dari pengasuh, keluarga besar, hingga para pendidik untuk terus menjaga kualitas pendidikan.

"Para pengasuh, keluarga, dan seluruh unsur pesantren berusaha menjalankan amanah tersebut agar Ponpes Darussalam Timur terus memberikan manfaat," ujarnya.

Keberadaan pesantren di Jawa Tengah tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan pendidikan agama, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk nilai sosial masyarakat.

Melalui tradisi ilmu yang terus diwariskan, pesantren menjadi ruang pembelajaran yang menghubungkan nilai keagamaan dengan kehidupan bermasyarakat.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini