Dari Rumah Berlantai Tanah Menjadi Layak Huni, Program RTLH Jateng Buka Harapan Baru bagi Warga

Dari Rumah Berlantai Tanah Menjadi Layak Huni, Program RTLH Jateng Buka Harapan Baru bagi Warga

NYALANUSANTARA, Semarang— Bagi sebagian keluarga di Jawa Tengah, memiliki rumah yang aman dan nyaman bukan sekadar persoalan bangunan, tetapi harapan yang lama tertunda karena keterbatasan ekonomi.

Melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Rumah yang sebelumnya rusak dan tidak memenuhi standar kelayakan kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih sehat sekaligus menjadi awal bagi peningkatan kualitas hidup keluarga.

Sailah (50), warga Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, menjadi salah satu penerima manfaat program tersebut. Sebelum mendapatkan bantuan RTLH, rumah yang ditempatinya masih berlantai tanah dan bagian dinding belum sepenuhnya diplester.

Kini, kondisi rumahnya jauh lebih layak. Perubahan tersebut membuat Sailah merasa terbantu setelah bertahun-tahun hanya mampu memperbaiki rumah secara bertahap sesuai kemampuan ekonomi keluarga.

“Terima kasih banyak atas bantuannya. Rumah jadi bagus. Dulu rumah masih tanah, temboknya belum diplester. Sekarang sudah lebih layak ditempati,” kata Sailah, 14 Juli 2026.

Namun, perhatian pemerintah tidak berhenti pada kondisi bangunan. Saat Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau rumah Sailah, ia juga melihat kondisi ekonomi keluarga tersebut.

Suami Sailah, Ade Suratman, masih bekerja sebagai pedagang cilok di Cirebon, sementara Sailah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Penghasilan keluarga tersebut masih terbatas. Anak sulung mereka yang telah lulus SMA juga belum memperoleh pekerjaan.

Taj Yasin kemudian mendorong agar anak Sailah mendapatkan akses ke peluang kerja dan peningkatan keterampilan melalui bursa kerja, pelatihan vokasi, maupun program magang.

“Anaknya sudah lulus SMA. Kita coba link-kan (hubungkan) ke dunia usaha atau pekerjaan,” ujarnya.

Cerita serupa dirasakan Hadi Mulyono, warga Kabupaten Kudus. Selama bertahun-tahun, ia memiliki keinginan memperbaiki rumahnya, tetapi kondisi ekonomi membuat rencana tersebut sulit diwujudkan.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini