Pemkab Banyumas Perkuat Gerakan Cegah Stunting, Target Prevalensi Turun di Bawah 17,5 Persen pada 2026

Pemkab Banyumas Perkuat Gerakan Cegah Stunting, Target Prevalensi Turun di Bawah 17,5 Persen pada 2026

NYALANUSANTARA, Banyumas- Pemerintah Kabupaten Banyumas memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Cegah Stunting Tingkat Kabupaten Banyumas yang digelar di Pendopo Si Panji, Rabu (19/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengejar target prevalensi stunting di bawah 17,5 persen pada 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dr. Dani Esti Novia mengatakan, kegiatan yang diikuti 134 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen lintas sektor dan melibatkan masyarakat dalam pencegahan serta penurunan stunting.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia atau SSGI 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Banyumas tercatat sebesar 19,6 persen. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menargetkan angka tersebut turun menjadi di bawah 17,5 persen pada 2026.

Menurut Dani, target tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, masyarakat, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi profesi, media, serta keluarga.

"Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh keluarga di Kabupaten Banyumas," kata Dani.

Dalam kegiatan bertema "Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Banyumas Sehat, Cerdas, dan Berkualitas", Pemkab Banyumas juga mengampanyekan gerakan ABCDE sebagai langkah praktis pencegahan stunting.

Gerakan tersebut mencakup aktif mengonsumsi Tablet Tambah Darah, ibu hamil memeriksakan kehamilan minimal enam kali, mencukupi konsumsi protein hewani, datang ke Posyandu setiap bulan, serta memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Dani berharap gerakan tersebut dapat diterapkan secara konsisten di tengah masyarakat dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Menurutnya, keluarga memegang peranan penting karena menjadi lingkungan terdekat yang mengetahui kondisi, kebutuhan, serta perkembangan anak sehari-hari.

"Utamanya keluarga, karena keluarga sangat berperan penting untuk tumbuh kembang anak. Keluargalah yang tahu betul bagaimana kondisi anak," ujarnya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini