Mahasiswa ITB Dalami Teknologi Kimia Hijau di Universitas Tianjin Tiongkok
XINHUA
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Sebanyak 26 dosen dan mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengikuti program Kamp Musim Panas Internasional Bidang Teknik Kimia untuk Masa Depan Berkelanjutan di Universitas Tianjin, Tiongkok Utara. Program yang berlangsung selama dua pekan tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan mengenai pengembangan teknologi kimia yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Dalam salah satu sesi praktik di laboratorium Fakultas Teknik Kimia dan Teknologi Universitas Tianjin, instruktur Qi Xiangjuan menjelaskan cara mengoperasikan alat kromatografi gas dalam bahasa Inggris. Para peserta asal Indonesia tampak mengikuti penjelasan dengan saksama sambil mencatat dan mengajukan pertanyaan terkait proses eksperimen.
Kamp musim panas tersebut mengusung fokus pada target karbon ganda Tiongkok, yakni puncak emisi karbon dan netralitas karbon. Melalui program ini, peserta diperkenalkan pada berbagai perkembangan teknik kimia yang dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB 2030.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti delapan kuliah bertema perkembangan akademik terkini, mengunjungi laboratorium, melakukan eksperimen langsung, serta mendatangi sejumlah kawasan industri. Materi yang dipelajari mencakup penangkapan karbon, katalisis energi hidrogen, hingga teknologi membran yang berkaitan dengan transisi energi bersih dan pengurangan emisi.
Salah seorang mahasiswa ITB, Putu Pradnya Paramita Wibawa, mengaku terkesan dengan teknologi kromatografi gas yang digunakan di Universitas Tianjin. Menurutnya, sistem laboratorium di kampus tersebut telah memanfaatkan injeksi sampel otomatis, beragam jenis reaktor, serta platform digital yang terintegrasi.
Mahasiswa lainnya, Albert Jhonatan Wellson Sinaga, juga tertarik dengan sistem eksperimen virtual dan laboratorium pintar yang dapat diakses dari jarak jauh. Teknologi tersebut memungkinkan mahasiswa melakukan simulasi eksperimen melalui komputer sebelum menjalankan praktik secara langsung.
Universitas Tianjin sendiri tengah mengembangkan sistem pembelajaran eksperimental berbasis teknologi cloud, kecerdasan buatan, dan evaluasi otomatis. Model pembelajaran tersebut dirancang agar eksperimen teknik kimia dapat dilakukan secara virtual maupun jarak jauh dan dimanfaatkan oleh komunitas pendidikan internasional.
Selain kegiatan akademik, para mahasiswa Indonesia juga mengikuti kompetisi Chem-E-Car bersama mahasiswa Universitas Tianjin. Dalam kompetisi tersebut, peserta bekerja dalam tim untuk mengoperasikan mobil kecil yang digerakkan oleh reaksi kimia dan berusaha menghentikannya sedekat mungkin dengan garis finis.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang selama ini dipelajari di kelas ke dalam praktik langsung. Teknologi Chem-E-Car juga memperlihatkan penerapan teknik kimia yang lebih ramah lingkungan karena kendaraan tersebut menggunakan reaksi kimia sebagai sumber tenaga tanpa menghasilkan emisi karbon.
Program tersebut turut mencakup kunjungan ke sejumlah pusat industri kimia di Tianjin. Para peserta mempelajari perkembangan industri kimia Tiongkok, mulai dari produksi bahan kimia tradisional hingga pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan, baterai ion seng, dan material berteknologi tinggi.
Editor: Lulu
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) bersama…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Sebagai bagian dari upaya menciptakan…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Karya batik pelajar di Kabupaten Gunungkidul…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengevaluasi berbagai rancangan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Java United FC kembali menghadirkan promo…
NYALANUSANTARA, Mungkid– Sebanyak 20 Dewan Hakim dikukuhkan untuk…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Persib Bandung mengawali kiprahnya di ASEAN…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Pratikno…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan penyempurnaan pelaksanaan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- JAS Tensei hadir sebagai interpretasi modern dari…
NYALANUSANTRA, BATANG- Drama Korea “A Love Other Than Yours”…

Komentar