HKG PKK ke-54, Wali Kota Agustina Dorong Ekonomi Keluarga Tumbuh dari Rumah

HKG PKK ke-54, Wali Kota Agustina Dorong Ekonomi Keluarga Tumbuh dari Rumah

Agustina menegaskan, ketika usaha berbasis rumah tangga mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan, peluang untuk berkembang menjadi UMKM semakin terbuka. Karena itu, pemberdayaan keluarga perlu dihubungkan dengan ekosistem usaha yang lebih luas, mulai dari pendampingan, promosi, digitalisasi hingga akses pasar.

Potensi tersebut juga berada dalam ekosistem usaha mikro yang cukup besar di Kota Semarang. Data Dinas Koperasi dan UMKM mencatat lebih dari 30.800 pelaku usaha mikro telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Usaha Mikro (Si Umi).

Untuk membuka ruang pertumbuhan yang lebih luas, Agustina mengarahkan penguatan Waras Ekonomi sebagai ekosistem yang menghubungkan kader PKK dan pelaku UP2K dengan platform digital, media, mitra usaha hingga akses pasar.

“Kalau kita bisa menghubungkan mereka dengan pasar, dengan media, dengan platform digital dan dengan mitra usaha, maka usaha yang dimulai dari rumah bisa mempunyai kesempatan untuk tumbuh lebih besar,” jelasnya.

Melalui ekosistem tersebut, Agustina berharap usaha keluarga tidak berhenti pada aktivitas sampingan, tetapi dapat berkembang menjadi sumber tambahan penghasilan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Semangat pemberdayaan keluarga juga terlihat dalam Festival HKG PKK melalui Stan Tematik yang mengangkat beragam praktik pemberdayaan, mulai dari kesehatan, pangan, lingkungan, ekonomi, inklusivitas, kebencanaan, budaya hingga pariwisata.

Berbagai tema tersebut diwujudkan melalui Omah Kesehatan, Omah Pangan, Omah TOGA, Omah UP2K, Omah Pilah Sampah, Omah Inklusif, Omah Tangguh Bencana, Omah Budaya, Omah Wisata dan Omah Ramah Anak.

Bagi Agustina, keberadaan Omah Tematik menunjukkan bagaimana 10 Program Pokok PKK diterjemahkan menjadi kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, berbagai aktivitas tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mengembangkan potensi sosial sekaligus ekonomi masyarakat.

Selain pameran inovasi, Festival HKG PKK ke-54 juga dimeriahkan dengan Lomba Hadroh dan Lomba Stan Tematik. Ajang ini menjadi wadah bagi para kader untuk menampilkan karya kreatif, produk unggulan, keunikan, serta identitas khas dari masing-masing wilayah.

“Kompetisi itu jangan hanya dilihat siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah kita bertemu, saling belajar, membangun komunitas dan membuka peluang,” katanya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini