DCF 2026: Ritual Anak Gimbal dan Spirit of Harmony di Negeri Atas Awan

DCF 2026: Ritual Anak Gimbal dan Spirit of Harmony di Negeri Atas Awan

NYALANUSANTARA, Dieng— Kabut tipis menyelimuti dataran tinggi Dieng ketika masyarakat dan wisatawan berkumpul dalam Dieng Culture Festival (DCF) 2026. Di tengah udara dingin, lanskap pegunungan, dan jejak candi-candi kuno, tradisi masyarakat Dieng kembali menjadi bagian utama perayaan budaya yang digelar pada 28-30 Agustus 2026.

Memasuki penyelenggaraan ke-16, DCF tahun ini mengusung tema “Spirit of Harmony”. Tema tersebut menggambarkan upaya mempertemukan kebudayaan, alam, pariwisata, dan kehidupan masyarakat dalam satu ruang perayaan.

Selama tiga hari, berbagai kegiatan digelar di sejumlah lokasi, antara lain kawasan Candi Arjuna, Pandawa, Gatotkaca, dan kompleks Candi Dieng.

Ketua Pelaksana DCF 2026 Alif Faozi mengatakan, festival tersebut tidak semata-mata dirancang sebagai agenda pariwisata. DCF juga menjadi ruang untuk merawat tradisi dan memperkuat kebersamaan masyarakat Dieng.

“Festival ini tidak sekadar menjadi agenda pariwisata, tetapi menjadi ruang merawat tradisi, memperkuat kebersamaan, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Dieng kepada masyarakat luas,” kata Alif.

Salah satu tradisi yang menjadi pusat perhatian adalah ritual Ruwatan Cukur Rambut Gimbal. Tahun ini, sebanyak 13 anak berambut gimbal mengikuti prosesi tersebut di kawasan Candi Arjuna.

Bagi masyarakat Dieng, rambut gimbal pada anak bukan sekadar fenomena yang menarik perhatian wisatawan. Anak-anak tersebut dipercaya memiliki kedudukan khusus dalam tradisi masyarakat setempat.

Karena itu, prosesi pencukuran rambut gimbal tidak dilakukan secara sembarangan. Ritual berlangsung melalui rangkaian adat dan berkaitan dengan permintaan dari masing-masing anak.

Tradisi tersebut tetap dipertahankan di tengah perkembangan zaman dan pesatnya aktivitas pariwisata di Dieng. Setiap tahun, prosesi anak gimbal menjadi salah satu daya tarik utama yang mengundang wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah Hanung Triyono menilai keberadaan DCF menunjukkan bahwa pariwisata dapat tumbuh dari kekuatan masyarakat lokal.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini