Respon KAI soal Penjaga Perlintasan Tidur saat Kereta Melintas di Pekalongan

Respon KAI soal Penjaga Perlintasan Tidur saat Kereta Melintas di Pekalongan

NYALANUSANTARA, Semarang – PT KAI Daop 4 Semarang memahami kekhawatiran masyarakat terkait kejadian seorang penjaga perlintasan tertidur di perlintasan sebidang wilayah Dekoro, Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, pada Minggu (30/8/2026) pagi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran sebab penjaga perlintasan berperan vital menutup perlintasan Ketika kereta akan melintas.

“KAI menegaskan bahwa aspek keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat di sekitar jalur kereta api merupakan prioritas utama yang harus dijaga Bersama,” kata Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.

Berdasarkan informasi awal yang diterima, sekitar pukul 08.30 WIB terdapat kereta api yang melintas di lokasi tersebut ketika palang perlintasan belum tertutup. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat laporan kecelakaan maupun korban.

KAI memahami kekhawatiran masyarakat atas kejadian tersebut dan mengapresiasi kesigapan warga yang segera membantu mengamankan arus kendaraan saat kereta api melintas.

“Keselamatan merupakan hal utama dan menjadi perhatian bersama. Kami akan melakukan evaluasi dengan pengelola perlintasan sebidang tersbut untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di waktu yang akan datang,” ujar Luqman.

Koordinasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi guna memastikan sistem pengamanan, kesiapan petugas, serta prosedur keselamatan di perlintasan dapat berjalan dengan baik.

Menurut Luqman, keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan sinergi antara operator kereta api, pemerintah daerah, pengelola jalan, pengelola perlintasan, aparat kewilayahan, serta masyarakat.

KAI juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap meningkatkan kewaspadaan ketika melewati perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan, memastikan kondisi jalur aman, melihat ke kanan dan kiri, serta mendahulukan perjalanan kereta api ketika akan melintas.

“Kami berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama untuk semakin memperkuat budaya keselamatan. KAI akan terus proaktif melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang. Sampai dengan Agustus 2026, KAI Daop 4 telah melakukan sosialisasi sebanyak 267 di perlintasan sebidang, sekolah maupun ke masyarakat dan juga 14 penutupan perlintasan sebidang liar. KAI berkomitmen terus berkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh stakeholder agar keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat dapat terus terjaga,” tutup Luqman.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini