Deteksi Dini Penyakit, Pegawai Lapas Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis

Deteksi Dini Penyakit, Pegawai Lapas Semarang Jalani Cek Kesehatan Gratis

NYALANUSANTARA, Semarang– Kesehatan dan kebugaran petugas menjadi kunci utama optimalnya pelayanan publik di balik dinding pemasyarakatan. Bergerak cepat menangkap momentum tersebut, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menggandeng Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang menggelar program Tracing Tuberkulosis (TBC) yang dipadukan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Graha Pancasila.

Uniknya, setelah sukses menuntaskan skrining bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), giliran jajaran pegawai dan peserta magang yang mengikuti pemeriksaan berkala secara bertahap mulai Selasa (08/08) hingga Kamis (10/09).

Langkah preventif ini dirancang khusus untuk mendeteksi secara dini ancaman penyakit menular seperti TBC, sekaligus mengantisipasi potensi penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi hingga diabetes yang kerap mengintai para pekerja. Guna memastikan hasil yang akurat, tim medis gabungan dari DKK Semarang, puskesmas jaringan, serta Klinik Pratama Lapas menyiagakan alur pemeriksaan secara runut dan terstruktur.

Para peserta mengawali alur dengan proses pendaftaran serta pengisian kuesioner riwayat kesehatan, lalu dilanjutkan dengan foto rontgen dada (chest X-ray) untuk memindai kondisi paru-paru. Setelah itu, peserta menjalani penapisan fisik dasar yang mencakup penimbangan berat badan, pengukuran lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah, hingga tes gula darah dan pengecekan kolesterol bila diperlukan. Seluruh rangkaian pemeriksaan ini diakhiri dengan sesi konsultasi tatap muka bersama dokter untuk mengevaluasi hasil secara langsung.

Perwakilan DKK Semarang, Agustin, menyampaikan bahwa perlindungan kesehatan di lingkungan Lapas harus menyasar seluruh elemen tanpa terkecuali mengingat tingginya interaksi di dalam kawasan tersebut.

"DKK Semarang sengaja ingin menggandeng Lapas, karena kawasan ini memiliki populasi yang terbilang padat. Tidak ada pembedaan, baik WBP maupun petugas, semuanya punya hak yang sama untuk mendapatkan akses layanan kesehatan gratis. Kuncinya ada pada deteksi awal semakin cepat diketahui, semakin cepat penanganan medis diberikan," ungkap Agustin.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, menyambut hangat sinergi berkelanjutan ini. Menurutnya, kesiapsiagaan fisik personel merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas pemasyarakatan yang penuh tantangan.

"Pemeriksaan rutin ini bukan sekadar formalitas, melainkan investasi kesehatan bagi seluruh staf dan peserta magang. Lewat deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular ini, kita bisa memutus rantai penularan sedini mungkin demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, prima, dan kondusif," tegas Ahmad Tohari.

Sebagai langkah penanganan terpadu, Lapas Semarang juga telah menyiagakan Standar Operasional Prosedur (SOP) lanjutan. Apabila ditemukan hasil rontgen yang mengindikasikan gejala TBC, petugas akan langsung mengambil sampel dahak peserta untuk diuji lebih lanjut di laboratorium rujukan luar. Pasien yang terkonfirmasi positif dipastikan mendapat pendampingan pengobatan secara intensif dan rekam medisnya terdata langsung dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 13.30 WIB ini berjalan tertib, lancar, dan kondusif berkat pengawalan ketat dari Pejabat Struktural, tim medis, serta Regu Pengamanan Lapas Kelas I Semarang.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini