Kasus Dugaan Keracunan MBG Muncul di Sejumlah Daerah, Pemprov Jateng Perketat Pengawasan SPPG

Kasus Dugaan Keracunan MBG Muncul di Sejumlah Daerah, Pemprov Jateng Perketat Pengawasan SPPG

NYALANUSANTARA, Semarang– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperketat pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusul evaluasi operasional dan munculnya laporan dugaan keracunan makanan di sejumlah daerah, termasuk Rembang, Blora, dan Pati.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan dapur penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjalankan seluruh prosedur sesuai standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Perwakilan Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan asesmen dilakukan terhadap sejumlah aspek, mulai dari penerapan standar operasional prosedur (SOP), kelengkapan perizinan, hingga kelayakan higienis SPPG.

"Kita asesmen sesuai apa yang diarahkan oleh Kepala BGN. SPPG ini harus sesuai, yang pertama adalah SOP-nya, yang kedua adalah perizinan-perizinannya, termasuk layak higienisnya," kata Taj Yasin saat ditemui di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang Selatan, Rabu (9/9/2026).

Menurut Taj Yasin, Satgas Percepatan MBG di tingkat daerah memiliki fungsi utama melakukan pemantauan dan menyampaikan laporan hasil pengawasan. Adapun pemberian sanksi terhadap SPPG yang terbukti bermasalah merupakan kewenangan BGN di tingkat pusat.

"Kita fungsinya hanya melaporkan. Nanti kita akan cek semuanya, kelayakannya, higienisnya, lalu SOP-nya dijalankan atau tidak. Kalau punishment itu dari pusat," tegasnya.

Selain mengecek kepatuhan terhadap SOP dan standar kebersihan, Satgas juga mendalami kemungkinan adanya kesalahan teknis dalam proses penyediaan makanan yang dapat memicu terjadinya keracunan.

"Kita selidiki kesalahannya di mana. Apakah tata cara menyediakannya terlalu cepat mengeluarkan bahan-bahannya, atau mungkin keterlambatan, atau kelalaian yang lain," ujarnya.

Dinkes Amankan Sampel Makanan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, mengatakan penanganan dilakukan segera setelah laporan dugaan keracunan diterima.

Tim kesehatan melalui puskesmas terdekat diterjunkan ke lokasi untuk mengambil sampel makanan serta mengevaluasi kondisi lingkungan SPPG dan sekolah yang menjadi lokasi penerima makanan.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini