Akademisi UGM Dorong Peternak Tinggalkan Pola Tradisional, Perkuat Nutrisi Ternak
NYALANUSANTARA, Mungkid— Peternak di Kabupaten Magelang didorong mulai mengubah pola pemeliharaan ternak yang masih mengandalkan cara-cara tradisional. Pemberian pakan seadanya dan kebiasaan mengumbar sapi, kerbau, maupun kambing di lahan terbuka dinilai perlu ditinjau kembali.
Akademisi Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ir. Cuk Tri Noviandi, S.Pt., M.Anim.St., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., mengatakan sebagian besar peternak masih menerapkan pola pemeliharaan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Sampai sekarang, peternak mayoritas masih menganut sistem yang diajarkan oleh leluhurnya dulu dengan mengumbar. Begitu kembali ke kandang diberi pakan seadanya,” kata Cuk Tri Noviandi.
Menurutnya, pola tersebut tidak dapat terus dipertahankan tanpa adanya penyesuaian dengan kebutuhan ternak dan perkembangan ilmu peternakan.
Karena itu, edukasi kepada peternak dinilai penting untuk memperkenalkan pola pemeliharaan yang lebih baik, terutama dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ternak.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi kelompok peternak. Dalam kegiatan itu, peternak mendapatkan pengetahuan mengenai kebutuhan nutrisi hewan sekaligus praktik pembuatan pakan silase.
Bimtek tersebut didukung PT Eka Farma Semarang, produsen obat hewan di Indonesia, dan berlangsung pada Rabu (9/9/2026) di Kelompok Ternak Ngudi Rejeki, Dusun Wanadri, Desa Donomulyo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Cuk mengatakan pemenuhan nutrisi tidak hanya berkaitan dengan jenis pakan yang diberikan, tetapi juga jumlah pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak.
“Selain pembuatan silase, hal yang penting untuk dipahami oleh peternak adalah jumlah pemberian pakannya,” lanjutnya.
Melalui pembuatan silase, peternak diharapkan dapat memiliki alternatif pakan yang dapat disiapkan dan disimpan untuk memenuhi kebutuhan ternak, sehingga ketergantungan pada pakan segar yang tersedia secara langsung di lingkungan sekitar dapat dikurangi.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Senggi – Aktivitas sore Mak Tri selalu…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta - Sebagai bagian dari upaya menciptakan…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Karya batik pelajar di Kabupaten Gunungkidul…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengevaluasi berbagai rancangan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Java United FC kembali menghadirkan promo…
NYALANUSANTARA, Mungkid– Sebanyak 20 Dewan Hakim dikukuhkan untuk…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Persib Bandung mengawali kiprahnya di ASEAN…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Pratikno…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan penyempurnaan pelaksanaan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- JAS Tensei hadir sebagai interpretasi modern dari…
NYALANUSANTRA, BATANG- Drama Korea “A Love Other Than Yours”…
NYALANUSANTARA, KUDUS- Drama sejarah terbaru “The Great King Munmu”…

Komentar