Sekda Jateng Dorong Lulusan Sekolah Rakyat Lanjut Vokasi hingga Perguruan Tinggi
NYALANUSANTARA, Jakarta— Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mendorong agar masa depan peserta Sekolah Rakyat dipersiapkan secara matang, termasuk setelah mereka menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, lulusan Sekolah Rakyat perlu mendapat akses melanjutkan pendidikan vokasi maupun perguruan tinggi.
Gagasan tersebut menjadi salah satu rekomendasi yang dirumuskan Sumarno bersama timnya dalam program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Utama/Madya Tahun 2026.
Rekomendasi itu telah disampaikan kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam pertemuan daring pada 8 September 2026.
“Untuk Sekolah Rakyat ini, rekomendasinya adalah menentukan arah ke depan, apakah akan diarahkan ke pendidikan vokasi atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi,” kata Sumarno seusai mengikuti Graduation RPL Program Khusus Jenjang JPT Utama/Madya Tahun 2026 di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Sumarno menjelaskan, pembahasan mengenai Sekolah Rakyat merupakan bagian dari proses pembelajaran bertema Orkestrasi Kebijakan Lintas Sektor dalam Pengentasan Kemiskinan. Program tersebut tidak hanya mengandalkan pembelajaran di kelas dan e-learning, tetapi juga mendorong peserta menyusun rencana aksi kolaboratif berdasarkan persoalan nyata pemerintahan.
Sebanyak 28 peserta dalam program tersebut dibagi ke dalam tiga kelompok isu. Ketiganya membahas integrasi data untuk pemanfaatan data terpadu sosial ekonomi, bantuan sosial adaptif guna mencegah kemiskinan baru, serta Sekolah Rakyat sebagai investasi modal manusia untuk memutus kemiskinan antargenerasi.
Sumarno tergabung dalam kelompok yang membahas Sekolah Rakyat. Dari pembahasan itu, ia melihat bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja.
Ia menilai, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, keberlanjutan pendidikan peserta Sekolah Rakyat perlu menjadi perhatian, agar mereka memiliki bekal keterampilan dan kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan taraf hidup.
“Kita mendapat banyak sekali pembelajaran melalui diskusi-diskusi dengan teman-teman, dan kita juga memberi rekomendasi Kementerian Sosial untuk menyelesaikan problem-problem yang di kelompok kami,” ujar Sumarno.
Selain menghasilkan rekomendasi, program tersebut juga mempertemukan pejabat dari berbagai kementerian dan lembaga. Menurut Sumarno, perbedaan pengalaman dan perspektif yang dimiliki para peserta menjadi modal penting untuk membangun jejaring serta memperkuat kerja sama lintas sektor.
Editor: Redaksi
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang– Jawa Tengah bersiap menjadi tuan rumah…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta - Sebagai bagian dari upaya menciptakan…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Karya batik pelajar di Kabupaten Gunungkidul…
NYALANUSANTARA, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengevaluasi berbagai rancangan…
NYALANUSANTARA, Semarang– Java United FC kembali menghadirkan promo…
NYALANUSANTARA, Mungkid– Sebanyak 20 Dewan Hakim dikukuhkan untuk…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Persib Bandung mengawali kiprahnya di ASEAN…
NYALANUSANTARA, Jakarta– Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Pratikno…
NYALANUSANTARA, Banyumas– Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan penyempurnaan pelaksanaan…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- JAS Tensei hadir sebagai interpretasi modern dari…
NYALANUSANTRA, BATANG- Drama Korea “A Love Other Than Yours”…
NYALANUSANTARA, KUDUS- Drama sejarah terbaru “The Great King Munmu”…

Komentar