Media Sosial Ubah Pola Interaksi Masyarakat Indonesia, Literasi Digital Jadi Tantangan

Media Sosial Ubah Pola Interaksi Masyarakat Indonesia, Literasi Digital Jadi Tantangan

XINHUA

Media Sosial dan Fenomena Viral

Kehadiran media sosial menghadirkan paradoks. Platform digital dapat mempertemukan masyarakat dan mendorong aksi sosial, tetapi pada saat yang sama juga berpotensi memperbesar perpecahan.

Didit menilai algoritma yang mempertemukan pengguna dengan minat serupa telah membantu terbentuknya berbagai gerakan filantropi dan aktivisme digital. Tekanan warganet dalam sejumlah kasus bahkan ikut mendorong perubahan kebijakan.

Namun, fenomena tersebut juga memunculkan istilah viral-based policy yang digunakan Ombudsman RI untuk menggambarkan kebijakan yang muncul atau berubah akibat tekanan viral di media sosial. Salah satu contoh yang pernah menjadi perhatian adalah persoalan iuran Tapera yang memicu protes luas di ruang digital.

Menurut Didit, algoritma yang cenderung memberikan perhatian lebih besar kepada konten emosional juga dapat mempercepat polarisasi. Karena itu, tingginya engagement tidak selalu berarti interaksi yang berkualitas.

Komentar singkat, emoji, hingga perdebatan tanpa arah dapat menghasilkan angka keterlibatan tinggi tanpa adanya pertukaran gagasan yang mendalam. Konten kontroversial pun berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar dibandingkan materi edukatif.

Kondisi tersebut berkaitan dengan kecenderungan manusia untuk lebih cepat merespons informasi yang mengandung unsur ancaman atau emosi. Mekanisme tersebut kemudian bertemu dengan sistem algoritma yang mengutamakan konten dengan respons cepat.

Akibatnya, konten informatif kini sering dikemas menggunakan unsur hook agar mampu mempertahankan perhatian pengguna di tengah persaingan konten yang sangat padat.

Media sosial juga melahirkan fenomena viral untuk keadilan. Warganet dapat menggunakan platform digital untuk menyoroti dugaan ketidakadilan dan mendorong pihak terkait mengambil tindakan.

Didit mencontohkan kasus penendangan seorang perempuan di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta yang kemudian mendapat perhatian luas. Viralitas kasus tersebut mendorong pengelola lokasi dan aparat terkait untuk memberikan respons.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini