Kekeringan Mengancam Produksi Padi Jateng, Pemerintah Siapkan Irigasi hingga Asuransi Petani

Kekeringan Mengancam Produksi Padi Jateng, Pemerintah Siapkan Irigasi hingga Asuransi Petani

Foto: Xinhua

NYALANUSANTARA, Semarang– Kekeringan mulai menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyusul rendahnya curah hujan di berbagai daerah. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi ketersediaan air irigasi dan berdampak terhadap produksi padi.

Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah kini menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kekeringan, mulai dari pemanfaatan irigasi perpompaan, pengaturan pasokan air waduk, hingga pemberian perlindungan asuransi bagi petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar wilayah Jawa Tengah belum memperoleh hujan dengan intensitas yang cukup.

“Dari pantauan, hampir seluruh daerah kita belum ada yang turun hujan yang relatif berarti. Kita berupaya untuk menarik air dari sumber terdekat dengan menggunakan Irpom (irigasi perpompaan),” kata Frans saat dihubungi, Selasa (29/9/2026).

Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air di tengah kondisi cuaca kering.

Pemprov Jateng juga berkoordinasi dengan lima Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang memasok kebutuhan air ke sejumlah daerah irigasi. Koordinasi mencakup wilayah Pemali Juana, Bengawan Solo, Serayu Opak, dan Citanduy.

Frans mengatakan, waduk yang berada di bawah pengelolaan BBWS menjadi salah satu sumber utama yang diandalkan. Namun, pengaturan pelepasan air tetap mempertimbangkan kondisi cadangan masing-masing waduk.

“Yang kita andalkan adalah bersumber dari waduk BBWS. Kita koordinasikan untuk mereka segera buka sesuai dengan ketersediaan air, karena mereka juga mengukur agar air di waduk tidak habis,” katanya.

Produksi Ditarget Tak Turun Lebih dari 5 Persen
Pengaturan distribusi air di tingkat petani dilakukan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Kelompok tersebut mengatur giliran pengairan melalui mekanisme musyawarah agar air dapat dibagikan kepada lahan petani sesuai kondisi yang tersedia.

Untuk wilayah yang menghadapi tekanan kekeringan lebih tinggi, penanganan dilakukan secara lebih spesifik.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini