Sinergi Investasi Terintegrasi Melalui Inisiatif Two Countries Twin Parks (TCTP) Tiongkok-Indonesia

Sinergi Investasi Terintegrasi Melalui Inisiatif Two Countries Twin Parks (TCTP) Tiongkok-Indonesia

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Inisiatif kerja sama "Dua Negara, Taman Kembar" (Two Countries Twin Parks/TCTP) antara Tiongkok dan Indonesia mencuri perhatian dalam ajang Pameran Investasi dan Perdagangan Internasional Tiongkok (CIFIT) ke-26 di Xiamen. Inisiatif ini menandai transformasi kemitraan kedua negara dari transaksi bisnis sporadis menjadi klaster industri terintegrasi yang berkelanjutan.

Ekskalasi Skala Perdagangan dan Investasi Bilateral

Kemitraan industri ini memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra dagang terbesar sekaligus tujuan utama investasi luar negeri bagi Provinsi Fujian di kawasan ASEAN:

Pertumbuhan Perdagangan: Pada periode Januari–Juli 2026, nilai perdagangan bilateral Fujian-Indonesia menembus 74,8 miliar yuan (sekitar Rp200 triliun / 10,5 miliar dolar AS), melonjak 11,9% secara tahunan (yoy).

Ekspansi Area Pameran: Paviliun nasional Indonesia di zona kerja sama global CIFIT meluas dua kali lipat menjadi 12.000 meter persegi.

Model Kolaborasi: Berlandaskan prinsip konsensus dan nilai bersama, TCTP menerapkan skema "dua taman, dua pengelolaan, dua rencana, dukungan dua arah, dan investasi dua arah".

Integrasi Rantai Pasok dan Nilai Tambah Industri

Kerja sama TCTP mengoptimalkan keunggulan komparatif masing-masing negara melalui skema pembagian kerja lintas batas:

Sektor Pangan dan Pertanian: Komoditas kelapa dan hasil perikanan Indonesia menjalani pengolahan awal di dalam negeri sebelum dikirim ke Zona Fungsional Yuanhong (Fuzhou) untuk pengolahan tingkat lanjut (deep processing) menuju pasar global.

Sektor Manufaktur Tekstil: Perusahaan Fuhua Textile memilih Semarang sebagai basis produksi guna mengisi kelangkaan pasokan kain rajut elastis fungsional kelas atas di Asia Tenggara.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini