NOIZKAMP #11 Merespons Rencana Geotermal Ungaran Lewat Musik Eksperimental

NOIZKAMP #11 Merespons Rencana Geotermal Ungaran Lewat Musik Eksperimental

Semarang — Malam itu, Camp Bendo Limo, Kabupaten Kendal, berubah menjadi panggung ekspresi para seniman dalam acara Kotak Listrik; NOIZKAMP #11. Mengusung tajuk “Sebuah Pertunjukan Meditasi Bunyi yang Mempertemukan Suara, Keheningan, Tubuh, dan Landscape Alam”, Hysteria mengajak pengunjung untuk mengkoneksikan diri dengan alam melalui pertunjukan eksperimental, pameran seni, dan meditasi pada Sabtu (27/09/2026).

Kotak Listrik merupakan program musik tahunan bergenre elektronik dan noise eksperimental yang diinisiasi oleh Kolektif Hysteria sejak 2009 di Semarang. Tahun ini, Kotak Listrik genap memasuki aktivasi ke-11 dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Surya selaku Koordinator Acara, konsep Kotak Listrik #11 lahir dari isu lingkungan terkait rencana pembangunan Geothermal Ungaran yang tengah diperbincangkan.

“Pelaksanaan Kotak Listrik #11 ini juga sebagai bentuk respons dari kami untuk isu lingkungan rencana Geothermal Ungaran. Sebagaimana manusia dan lingkungan terkoneksi, musik eksperimental di sini menjadi ajang menyuarakan keresahan dan karya-karya yang dipamerkan juga berisi cuitan-cuitan para seniman,” Ungkapnya.

Sejumlah musisi eksperimental turut meramaikan acara tersebut, diantaranya Tridhatu, Coffee Faith, Juniro Sitanggang, Isnais, Kajen, Eira, Tahta Manggala, dan Kal-Oxxa. Selain pertunjukan musik, Diftong Art Company turut hadir melalui pementasan yang menjadi bagian dari rangkaian acara.

NOIZKAMP #11 juga menghadirkan sejumlah seniman visual. Ant Art menyajikan live painting, sementara karya Suryasist, Agieda, Media Legal, Loka, dan PLDK ditampilkan dalam pameran yang melengkapi rangkaian kegiatan.

“Senang sekali saya berkesempatan untuk turut mengikuti NOIZKAMP ini. Karena ini juga pengalaman yang menarik untuk saya melakukan pameran di ruang terbuka. Semoga semakin banyak aktivasi seperti ini yang turut mengolaborasikan antara isu sosial dan seni,” ujar Agieda, salah seorang seniman yang turut memamerkan karyanya.

Pemilihan lokasi di Camp Bendo Limo turut menghangatkan atmosfer kegiatan. Selain menikmati pertunjukan musik dan karya-karya seniman, pengunjung juga diajak untuk terkoneksi dengan alam melalui kegiatan meditasi bersama. Fasilitas tenda serta makanan yang disajikan menggunakan wadah ramah lingkungan turut melengkapi pengalaman tersebut, sehingga kegiatan terasa lebih intim dan dekat dengan alam.

Andi Pratomo, atau yang kerap disapa Kartun, selaku Direktur Bidang Kotak Listrik Hysteria, turut menyampaikan responsnya terhadap pelaksanaan NOIZKAMP edisi ke-11. Menurutnya, pemilihan ruang terbuka seperti Camp Bendo Limo menjadi bagian penting dalam menghadirkan musik eksperimental kepada para pendengarnya.

"Untuk menyelenggarakan musik eksperimental seperti yang semalam itu paling pas memang di area hutan atau camp area seperti Bendo Limo ini dan ngomongin target pendengarnya memang tidak sebanyak itu," ucap Kartun.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini