Perusahaan Pangan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Kuliner dengan Indonesia

Perusahaan Pangan Tiongkok Perkuat Kerja Sama Kuliner dengan Indonesia

ISTIMEWA

NYALANUSANTARA, BEIJING- Sebanyak 10 perusahaan pangan asal Tiongkok ambil bagian dalam Festival Perdagangan Bahan Makanan Global Indonesia Liangzhilong yang berlangsung pada 16-19 September 2026 di Jakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran serta kerja sama industri pangan antara Tiongkok dan Indonesia.

Kepala Divisi Bisnis Luar Negeri Liangzhilong Group Lu Yunze mengatakan perusahaan yang berpartisipasi bergerak di berbagai bidang, mulai dari bumbu masakan, mesin pengolahan makanan, bahan pangan, makanan kemasan, hingga rantai pasokan katering.

Selain memperkenalkan produk, para peserta mengikuti temu bisnis, pertukaran industri, dan kunjungan lapangan. Kegiatan itu dilakukan untuk memahami kebutuhan pasar Indonesia sekaligus mencari peluang kerja sama dengan pelaku usaha lokal.

Kerja sama kedua negara juga berkembang melalui pendidikan kuliner. Pada Juni 2026, lebih dari 50 mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali mengikuti pelatihan memasak kuliner Gan, masakan khas Provinsi Jiangxi, Tiongkok, yang diberikan langsung oleh para chef dari wilayah tersebut.

Master chef sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Promosi Pengembangan Industri Kuliner Gan Jiangxi Deng Dan mengatakan masyarakat Bali dan Jiangxi memiliki kesamaan selera, terutama dalam menyukai makanan bercita rasa pedas. Menurutnya, hidangan Jiangxi dapat disesuaikan dengan selera masyarakat setempat melalui beberapa modifikasi.

Dalam pelatihan tersebut, chef Zhu Zhongwei memperkenalkan sejumlah hidangan, termasuk Xiaochao rou, yakni olahan daging tumis dengan cabai. Sementara itu, instruktur Jin Xin mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang aktif mengamati proses memasak dan mempraktikkan teknik yang diperagakan.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kunjungan 13 profesional industri kuliner Jiangxi ke Bali pada 24-29 Juni 2026. Program ini juga melibatkan dosen dan mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali.

Dosen Politeknik Pariwisata Bali Hardina mengatakan kendala bahasa sempat menjadi tantangan, tetapi keberadaan penerjemah membantu kelancaran komunikasi antara instruktur dan peserta. Menurutnya, pelatihan memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mempelajari teknik serta hidangan dari luar Indonesia secara langsung.

Salah satu hidangan yang masih kerap dibuat setelah pelatihan adalah Sanbeiji atau Ayam Tiga Cangkir. Hidangan tersebut dinilai cocok dengan selera mahasiswa dan menggunakan bahan yang relatif mudah diperoleh.

Kerja sama ini turut mendorong peningkatan fasilitas praktik di kampus. Ketua Asosiasi Promosi Pengembangan Industri Kuliner Gan Jiangxi Wang Jianjun mengatakan dapur Politeknik Pariwisata Bali telah mengalami peningkatan dibandingkan kunjungannya pada 2025. Jika sebelumnya fasilitas lebih banyak digunakan untuk memasak hidangan Barat, kini peralatannya lebih mendukung praktik kuliner Tiongkok.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Komentar

Terkini