Kolektif Hysteria Memulai Perayaan Ultah ke-20 dengan Mural "Tulang Lunak Bandeng Juwana" di Underpass Jatingaleh Semarang

Kolektif Hysteria Memulai Perayaan Ultah ke-20 dengan Mural "Tulang Lunak Bandeng Juwana" di Underpass Jatingaleh Semarang

NYALANUSANTARA, Semarang - Kolektif Hysteria, sebuah lembaga pengembangan seni budaya yang bermarkas di Semarang, mengawali rangkaian perayaan ulang tahun (ultah) ke-20 mereka dengan menghadirkan sebuah karya seni mural yang megah di lorong underpass Jatingaleh.

Mural berjudul "Tulang Lunak Bandeng Juwana" ini, dengan ukuran mencapai 16 x 4 meter, menampilkan simbol-simbol khas Kota Semarang seperti Mahesa Jenar, Oey Tiong Ham, Loenpia, dan Penari Gambang Semarang, dihiasi dengan teknik seni lukis yang penuh warna dan detail.

Proyek mural ini bukan hanya sekadar penghiasan visual, melainkan juga sebuah manifestasi dari kritik sosial terhadap stagnasi ekosistem seni dan budaya di Kota Semarang. Tema "Tulang Lunak Bandeng Juwana", yang dipilih sebagai tema utama perayaan ulang tahun, mencerminkan semangat untuk menghadirkan perubahan dan kesadaran akan isu-isu kota melalui seni visual yang menyentuh.

Direktur Kolektif Hysteria, Adin menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya panjang mereka sejak awal tahun 2024, yang melibatkan serangkaian kegiatan seperti keliling 100 titik di Jawa, Bali, dan Lampung, serta pelaksanaan 40 proyek seni di 40 kota yang berbeda.

 "Kami ingin menunjukkan kepada publik seberapa banyak kontribusi yang telah kami berikan untuk menginspirasi kota-kota yang kami datangi," ujarnya, Kamis (27/6). 

Dalam praktiknya, mural bukan hanya menjadi medium estetika semata, tetapi juga sebuah panggilan untuk merenung atas tantangan-tantangan sosial yang dihadapi masyarakat modern. Mereka menciptakan ruang untuk dialog dan refleksi yang mendalam, mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan isu-isu penting yang seringkali terabaikan.

Kolektif Hysteria juga berencana untuk menyelenggarakan 10 festival publik sepanjang bulan Juni hingga Juli, termasuk festival kampung dan berbagai acara komunitas, yang bertujuan untuk melibatkan lebih banyak warga dalam diskusi tentang kebudayaan dan isu-isu kota.


Editor: Admin

Komentar

Terkini