Hadirii Doa dan Zikir Kebangsaan, Jokowi Ingatkan ke Depan Tantangan yang Dihadapi Tidak Mudah

Hadirii Doa dan Zikir Kebangsaan, Jokowi Ingatkan ke Depan Tantangan yang Dihadapi Tidak Mudah

Zikir dan Doa Kebangsaan tersebut diikuti oleh 3.000 lebih jemaah yang terdiri dari santri dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia, Penyuluh Agama Islam dan Penghulu wilayah Jakarta, anggota Dai Kebangsaan, dan Pengurus Majelis Taklim di wilayah Jakarta.

Zikir dan doa kebangsaan itu, kata Menag merupakan bentuk ketundukan, penghambaan bahkan deklarasi kelemahan hamba di hadapan Tuhan yang Maha Esa.

"Artinya, upaya kita sebagai manusia tidak cukup hanya dengan mengerahkan seluruh jiwa dan raga untuk Indonesia akan tetapi juga digenapkan dengan zikir dan doa," kata Gus Men panggilan akrab Menag.

Gus Men menandaskan pentingnya seluruh elemen bangsa untuk senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama, memelihara toleransi, dan menghormati perbedaan.

"Nusantara Baru adalah Nusantara yang damai, di mana keberagaman menjadi kekuatan, bukan kelemahan. Dalam doa kita hari ini, kita memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian dan kesejahteraan, dijauhkan dari perpecahan dan konflik," tandas Gus Men.

Doa dan Zikir Kebangsaan selanjutnya ditutup dengan doa oleh Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin bersama tokoh-tokoh lintas agama.


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini