Punya Pengalaman Kerja di Jepang, Kades Ciamis Ini Putuskan Berangkat Lagi Jadi Pekerja Migran

Punya Pengalaman Kerja di Jepang, Kades Ciamis Ini Putuskan Berangkat Lagi Jadi Pekerja Migran

NYALANUSANTARA, Ciamis- Meski telah menjabat sebagai perangkat desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tidak membuat Dodi Romdani berpuas diri. Mantan Kepala Desa (Kades) di Ciamis itu memilih meninggalkan jabatannya dan mengambil jalan menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). 

Kisahnya itu kemudian viral di media sosial belum lama ini. 

Menurut Dodi, pilihannya untuk bekerja ke luar negeri itu bukanlah yang pertama kali, sebelumnya ia sempat menjadi pekerja migran di Jepang. Keterampilan yang dimilikinya, membuat mantan bosnya di Jepang tertarik mengajak Dodi untuk kembali bekerja di sana. 

“Pas kebetulan ada bos saya dari Jepang itu berkunjung ke Indonesia, pengen ketemu. Di situlah dia menawarkan pekerjaan. Ada lowongan, yang membutuhkan pekerja eks Jepang,” ucap Dodi belum lama ini.

Ia mengaku tertarik pada tawaran kerja tersebut, dan kemudian meminta izin keluarganya untuk kembali menjadi pekerja migran. Padahal di satu sisi, Dodi menjabat sebagai kades di Ciamis.  

Pada kurun waktu tahun 2009-2012, Dodi memang menjadi pekerja migran di Jepang yang menggeluti sektor pengelasan kapal. Setelah kembali ke Tanah Air, Dodi mencoba peruntungannya menjadi perangkat desa dan terpilih menjadi kades di Ciamis tahun 2019. 

Pundi-pundi uang yang diperolehnya saat bekerja di Jepang juga benar-benar dimanfaatkan baik oleh Dodi setelah pulang ke kampung halaman. Dia membuka ladang untuk bertani hingga membuka pangkalan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram.

"Punya pangkalan gas sebelum berangkat ke Jepang [lagi]. Ya setidaknya lah untuk makan mah Alhamdulillah gitu cukup untuk anak istri. Kemudian saya pun kan bertani juga ke sawah, ke kebun gitu sehari-harinya,” tuturnya.

Ketika masa jabatannya sebagai kades sudah mulai habis pada tahun 2024, Dodi memutuskan tidak mencalonkan diri lagi. Gayung bersambut, ia diminta mantan bosnya untuk kembali bekerja di Jepang. "[Memang] rencana tidak akan nyalon lagi,” ujar Dodi.

Saat restu keluarga diraihnya, Dodi memantapkan pilihannya mengundurkan diri sebagai kepala desa. Ia kemudian berangkat secara legal untuk menjadi pekerja migran Indonesia di Jepang pada November 2024.

preferred sources in Google Searc


Editor: Redaksi

Terkait

Komentar

Terkini