Militer Sudan Rebut Khartoum dari RSF, Konflik Masih Berlanjut

Militer Sudan Rebut Khartoum dari RSF, Konflik Masih Berlanjut

NyalaNusantara, Jaakarta- Kepala Angkatan Darat Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, mengumumkan bahwa ibu kota Khartoum telah dibebaskan dari kendali kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Pernyataan ini disampaikan setelah militer berhasil merebut kembali Istana Kepresidenan dan infrastruktur penting lainnya.

Meski RSF kehilangan Khartoum, mereka belum menyerah dan telah menjalin aliansi dengan kelompok pemberontak Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara. Sementara itu, pertempuran masih terjadi di Omdurman dan pinggiran ibu kota.

Serangan Udara di Darfur, 54 Orang Tewas

Di tengah kemenangan militer Sudan, serangan udara menghantam pasar di Tora, Darfur Utara, menewaskan 54 orang, termasuk perempuan dan anak-anak. Serangan ini memicu kecaman dari PBB yang menyebutnya sebagai pengabaian terhadap hukum humaniter internasional.

RSF Mundur, Warga Sipil Merayakan

Pasukan RSF mulai mundur dari Khartoum Selatan ke Jebel Awliya. Warga di Port Sudan turun ke jalan merayakan kemenangan militer dengan meneriakkan “satu rakyat, satu tentara.”

Sudan di Ambang Krisis Kemanusiaan

Meski tentara menguasai Khartoum, perang masih jauh dari selesai. Sejak konflik pecah pada April 2023, lebih dari 28.000 orang tewas dan 14 juta warga terpaksa mengungsi. Beberapa wilayah mengalami kelaparan ekstrem, memaksa penduduk bertahan hidup dengan memakan rumput.

PBB dan kelompok HAM menuduh kedua pihak melakukan kejahatan perang, termasuk pembunuhan etnis dan kekerasan seksual. Jenderal Burhan dan pemimpin RSF, Mohamed Hamdan Daglo, telah dikenai sanksi internasional atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

4o


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini