Eropa Desak Israel Akhiri Serangan Brutal di Gaza, Tekanan Internasional Menguat

Eropa Desak Israel Akhiri Serangan Brutal di Gaza, Tekanan Internasional Menguat

NYALANUSANTARA, GAZA – Keprihatinan internasional terus menguat menyusul eskalasi operasi militer Israel di Jalur Gaza yang kian memperparah krisis kemanusiaan. Sejumlah pemimpin Eropa secara terbuka mengecam aksi militer Israel dan menuntut akses kemanusiaan segera, gencatan senjata, serta pembalikan kebijakan blokade.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, dalam pernyataan di media sosial, mengaku "terkejut" atas kondisi Gaza. Ia menegaskan bahwa kekerasan yang terjadi "tidak proporsional" dan mencerminkan pelanggaran sistematis terhadap hukum internasional.

“Ini tragedi kemanusiaan. Blokade harus dicabut, bantuan harus masuk tanpa hambatan,” tegas Costa, sambil menyerukan gencatan senjata permanen dan pembebasan sandera secara tak bersyarat.

Nada serupa dilontarkan tujuh negara Eropa—Norwegia, Islandia, Irlandia, Luksemburg, Malta, Slovenia, dan Spanyol—dalam pernyataan bersama yang menyebut situasi di Gaza sebagai “bencana buatan manusia.” Mereka mendesak Israel segera mencabut blokade dan mengizinkan akses bantuan cepat dan aman ke seluruh Gaza.

Krisis Kemanusiaan Mendesak, Seruan Perdamaian Menggema

Foto-foto dari Gaza City pada 16 Mei memperlihatkan ribuan warga Palestina mengungsi sambil memanggul barang-barang pribadi dari Beit Lahia dan Jabalia, menyusul serangan udara Israel yang menewaskan lebih dari 100 orang dalam 12 jam terakhir.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, dalam pidatonya di KTT Liga Arab ke-34 di Baghdad, menyebut serangan Israel sebagai “pembantaian.” Ia mendesak tekanan global yang lebih tegas, termasuk lewat resolusi PBB untuk membuka akses bantuan kemanusiaan di Gaza.

“Solusi dua negara adalah satu-satunya jalan damai. Komunitas internasional harus memaksa Israel menghentikan kekejaman ini,” ujar Sanchez.

Investigasi UE terhadap Israel Menggantung di Brussels

Desakan terhadap Israel juga bergema di tingkat kebijakan Eropa. Menteri Luar Negeri Belanda Caspar Veldkamp meminta Uni Eropa mengkaji ulang Perjanjian Asosiasi UE-Israel, menyusul dugaan pelanggaran berat oleh militer Israel. Proposal tersebut dijadwalkan dibahas dalam pertemuan para menteri luar negeri UE pada Selasa (20/5), kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini