Literasi Ilmiah Warga China Meningkat, Jadi Fondasi Inovasi Nasional

Literasi Ilmiah Warga China Meningkat, Jadi Fondasi Inovasi Nasional

NYALANUSANTAR, JAKARTA- Menjelang peringatan Hari Pekerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional China pada Jumat (30/5), sebuah survei nasional terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat literasi ilmiah masyarakat China. Temuan ini dinilai mendukung pengembangan tenaga kerja berkualitas untuk mendorong pembangunan berbasis inovasi di negara tersebut.

Survei yang dilaksanakan oleh Asosiasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China (China Association for Science and Technology/CAST) mengungkapkan bahwa 44,07 persen warga berusia 18 hingga 69 tahun—setara dengan sekitar 440 juta orang—telah mencapai tingkat literasi ilmiah dasar. Sementara itu, 15,37 persen lainnya memenuhi kriteria untuk literasi ilmiah yang lebih komprehensif.

Sebagai perbandingan, data dari survei tahun sebelumnya mencatatkan angka 14,14 persen populasi dengan literasi ilmiah.

Survei nasional ke-14 yang dilakukan pada 2024 ini untuk pertama kalinya menggunakan sistem evaluasi bertingkat. Responden diklasifikasikan dalam empat tingkatan: tingkat tinggi (85 poin ke atas), literasi ilmiah (minimal 70 poin), literasi dasar (minimal 55 poin), dan tingkat rendah (di bawah 55 poin). Distribusi hasilnya menunjukkan pola piramida dengan rasio 1:7:19 pada tiga tingkatan teratas, dengan skor rata-rata nasional sebesar 68 poin—mengindikasikan kemampuan sedang dalam memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan.

Menurut definisi terbaru, literasi ilmiah mencakup kemampuan untuk memahami prinsip-prinsip ilmiah, berpikir kritis, menguasai metodologi dasar, serta menerapkan pengetahuan ilmiah dalam menyelesaikan masalah nyata.

Pemerintah China menargetkan peningkatan literasi ilmiah di atas 15 persen dari total populasi pada tahun 2025, sesuai dengan Rencana Aksi Literasi Ilmiah Nasional 2021–2035 yang disusun oleh Dewan Negara.

CAST menegaskan bahwa warga dengan literasi ilmiah dasar telah memiliki kapasitas untuk mendukung kemajuan ekonomi, sosial, dan teknologi, sekaligus menjadi pilar sumber daya manusia yang strategis.

Pelaksana survei, Institut Riset China untuk Popularisasi Ilmu Pengetahuan (China Research Institute for Science Popularization/CRISP), menambahkan bahwa pendekatan penilaian berjenjang memberikan gambaran yang lebih akurat terkait kesenjangan wilayah dan kelompok sosial, yang penting untuk penyusunan kebijakan pendidikan sains yang lebih efektif.

Survei ini disusun berdasarkan standar internasional, disesuaikan dengan konteks China, dan mencakup aspek-aspek seperti tingkat literasi, sikap terhadap sains dan teknologi, akses informasi ilmiah, serta keterlibatan dalam kegiatan sains populer.


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini