Eropa Barat Alami Juni Terpanas Sepanjang Sejarah
NYALANUSANTARA, ASTERDAM- Eropa Barat mencatatkan bulan Juni terpanas dalam sejarah, dengan suhu rata-rata mencapai 20,49 derajat Celsius saat dua gelombang panas yang kuat menyebabkan cuaca ekstrem di seluruh kawasan tersebut.
Gelombang panas pertama menerpa Eropa bagian barat dan selatan pada 17-22 Juni, meliputi Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, Jerman, Austria, Swiss, dan Inggris, papar Copernicus Climate Change Service (C3S) yang didanai Uni Eropa (UE) pada Rabu (9/7).
Gelombang panas kedua yang lebih intens terjadi pada akhir bulan lalu, mencatatkan suhu rata-rata harian regional 24,9 derajat Celsius pada 30 Juni dan 1 Juli, suhu tertinggi yang pernah tercatat pada Juni.
Kondisi panas menyengat tersebut mendorong suhu pada Juni 2025 naik 0,06 derajat Celsius di atas rekor tertinggi sebelumnya pada 2003 dan 2,81 derajat Celsius di atas rata-rata periode 1991-2020, ungkap C3S.
C3S menuding fenomena "kubah panas", sistem tekanan tinggi yang persisten, sebagai penyebab terperangkapnya udara panas di Eropa, memperpanjang kekeringan, memperburuk polusi ozon, dan memicu ancaman kebakaran hutan.
Malam-malam tropis, ketika suhu tidak turun di bawah 20 derajat Celsius, meluas di seluruh Eropa bagian selatan pada periode tersebut. Beberapa wilayah di Spanyol melaporkan hingga 24 malam tropis, dengan 18 malam lebih banyak daripada rata-rata bulan Juni. Zona pesisir Mediterania, yang biasanya hanya mengalami sedikit atau bahkan tidak mengalami malam tropis pada Juni, mengalami 10 hingga 15 malam.
Suhu panas di malam hari semacam itu dapat mencegah tubuh untuk pulih dari stres akibat panas di siang hari, sehingga menimbulkan risiko kesehatan yang lebih tinggi, terutama bagi kelompok-kelompok yang rentan, kata C3S.
Sementara itu, Laut Mediterania bagian barat mengalami gelombang panas laut yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada 30 Juni, suhu permukaan laut rata-rata mencapai 27 derajat Celsius, rekor tertinggi yang pernah tercatat untuk bulan tersebut. Anomali suhu harian sebesar 3,7 derajat Celsius merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat pada bulan apa pun.
"Gelombang panas ini menjadi lebih intens karena rekor suhu permukaan laut di Mediterania bagian barat. Di dunia yang mengalami pemanasan, gelombang panas cenderung akan menjadi lebih sering, lebih kuat, dan berdampak pada lebih banyak orang di seluruh Eropa," papar Samantha Burgess, kepala strategis untuk iklim di Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts).
Secara global, Juni 2025 merupakan bulan Juni terpanas ketiga yang pernah tercatat, di bawah catatan tahun 2023 dan 2024, menurut C3S.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, MADRID- Spanyol akan memasuki musim panas dengan suhu…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Spanyol mencatatkan suhu tertinggi dalam sejarahnya untuk…
Terkini
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Ketua Komisi B DPRD Kota…
NYALANUSANTARA. Semarang – Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa…
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah…
NYALANUSANTARA, Semarang – Mengambil latar pemandangan matahari terbenam…
NYALANUSANTARA, Semarang – Dalam rangka perayan Hari Ulang…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Di balik kenyamanan penumpang yang…
NYALANUSANTARA, Tegal– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi hadirnya…
NYALANUSANTARA, Kendal— Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal kembali…
NYALANUSANTARA, Semarang - Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

Komentar