Ketua Satgas Imunisasi: Gejala Pneumonia Berbeda dari Flu dan Bisa Menyerang Organ Lain

Ketua Satgas Imunisasi: Gejala Pneumonia Berbeda dari Flu dan Bisa Menyerang Organ Lain

NYALANUSANTARA, DEMAK- Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, menyatakan bahwa pneumonia memiliki gejala yang berbeda dari flu dan bisa berdampak lebih serius. Dalam konferensi pers di Jakarta, ia menjelaskan bahwa pneumonia adalah peradangan paru yang umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri, salah satunya Streptococcus pneumoniae. Berbeda dengan flu yang cepat menular bahkan sebelum gejala berat muncul, pneumonia memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi gejalanya.

Penderita pneumonia kerap mengalami demam tinggi yang muncul mendadak di sore atau malam hari dan mereda keesokan paginya. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi pneumonia berat bisa menyebar ke organ lain seperti telinga, otak, bahkan ginjal. Oleh karena itu, Sukamto mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi, termasuk menggunakan vaksin pneumokokus konjugat (PCV) untuk dewasa usia 18 tahun ke atas dan vaksin polisakarida untuk usia 50 tahun ke atas. Jenis vaksin terbaru, PCV-20, juga telah tersedia di Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi menambahkan bahwa vaksin pneumonia bisa menimbulkan efek samping lokal seperti nyeri atau bengkak di tempat suntikan, serta efek sistemik seperti demam ringan yang biasanya mereda dalam dua hingga tiga hari.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini