Alasan Produksi Susu Sapi di Jateng Masih di Bawah Provinsi Tetangga

Alasan Produksi Susu Sapi di Jateng Masih di Bawah Provinsi Tetangga

NYALANUSANTARA, ungaran -Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, produksi susu sapi di Indonesia masih belum memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meskipun ada peningkatan produksi, namun masih jauh dari angka konsumsi nasional, sehingga Indonesia masih mengandalkan impor susu untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Fakta ini perlu menjadi pemahaman para pelaku industri susu dan pemangku kepentingan. Lalu bagaimana peta industri susu sapi di daerah?

Kalangan petani sapi perah pun harus menerima fakta bahwa
peningkatan produksi susu di Jawa Tengah ternyata masih kalah dengan provinsi tetangga yakni Jabar dan Jatim meski di Boyolali telah disematkan sebagai  lumbung ternak sapi perah nasional.

Persoalan itu disampaikan drh. Dian Wahyu Harjanti, PhD (FPP UNDIP) pada acara talkshow Teja Ungu (Ternak Jateng Urip lan Nguripi) pekan lalu di studio Dreamlight World Media (DWM) Ungaran Kabupaten Semarang.

"Susu itu komoditas yang akan terus membaik meski 
tetap harus ditingkatkan  effort-nya. Mengapa demikian karena ada beberapa sebab yaitu yang menyangkut manajemen pakan, kesehatan hewan dan harga susu (milk price)," kata Dian Wahyu Harjanti.

Menyikapi hal itu,  Sriyono dari KUD Mojosongo Boyolali yang juga menjadi pembicara mengatakan, perlunya pemerintah yakni Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jateng menjadi fasilitator.

Sriyono berharap pemerintah bisa jadi fasilitator untuk bisa menjadi jembatani  peternak muda.
"Kami butuh intervensi pemerintah dengan pemberian
bibit unggul," ujar Sriyono.

Masih menurut Sriyono karena secara populasi sapi  memang tinggi tapi para peternak sapi perah lebih sering tertarik pada pedhet (anakan) ketimbang sapi dewasa.

Talkshow Teja Ungu yang bekerjasama dengan Dreamlight adalah program strategis Disnakeswan Jateng sebagai media sosialisasi dan komunikasi dengan para peternak.

Pada episode yang membahas peta industri susu sapi itu juga menghadirkan pula pembicara drh. Anang Yusuf dan drh. Adiningtyas Mula Pertiwi, MM (moderator) keduanya dari Disnakeswan Jawa Tengah.
 

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini