Ditjenpas Jateng Apresiasi Pelatihan Pijat Akupresur di Bapas Semarang

Ditjenpas Jateng Apresiasi Pelatihan Pijat Akupresur di Bapas Semarang

NYALANUSANTARA, Semarang – Asisten Deputi Koordinasi Strategi Pelayanan Pemasyarakatan, Dwi Nastiti, melakukan kunjungan kerja ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang untuk meninjau pelaksanaan program bimbingan kemandirian bagi klien pemasyarakatan, Senin (21/07).

Menanggapi kegiatan ini, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah atau Kanwil Ditjenpas Jateng, Mardi Santoso, mengapresiasi upaya Bapas Semarang dalam memberikan pelatihan yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masa depan klien.

“Pembinaan seperti ini harus terus diperkuat. Klien pemasyarakatan harus dibekali keterampilan yang mampu meningkatkan daya saing dan memutus siklus residivisme. Kami mendukung penuh inovasi dan kreativitas jajaran di UPT untuk menghadirkan program yang tepat sasaran,” tegas Mardi Santoso.

Dalam kunjungannya, Dwi Nastiti didampingi oleh Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Jateng, Muhamad Susanni, serta Kepala Bapas Semarang, Totok Budiyanto. Rombongan meninjau langsung kegiatan pelatihan keterampilan totok (pijat akupresur), sebagai bagian dari pembinaan kemandirian untuk membekali klien dengan keterampilan yang berguna pasca pemidanaan.

“Aspek pembinaan kemandirian seperti ini sangat penting. Ini bukan hanya soal keterampilan, tapi juga membentuk mental positif dan kemandirian ekonomi,” ujar Dwi Nastiti.

Menariknya, Asdep dan rombongan juga turut mencoba langsung layanan totok dari para klien yang sedang menjalani pelatihan. Hal ini menunjukkan bentuk apresiasi dan dukungan nyata terhadap hasil pembinaan yang dilakukan oleh jajaran pemasyarakatan.

Totok Budiyanto, Kepala Bapas Semarang, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang agar klien bisa memperoleh kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun untuk membuka usaha mandiri.

“Kami selalu menyesuaikan program pelatihan dengan kebutuhan riil dan potensi yang dimiliki klien,” jelas Kabapas.

Kabid Pembimbingan Kemasyarakatan, Muhamad Susanni, juga menambahkan bahwa keterampilan totok merupakan salah satu pelatihan favorit karena mudah diterapkan dan memiliki potensi pasar yang luas.

Melalui kegiatan ini, diharapkan klien pemasyarakatan semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri serta siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan produktif.

preferred sources in Google Searc


Editor: Holy

Komentar

Terkini