DPR Dukung Ahmad Luthfi Ajukan Rp1,7 Triliun untuk Penanganan Rob Sayung Demak

DPR Dukung Ahmad Luthfi Ajukan Rp1,7 Triliun untuk Penanganan Rob Sayung Demak

NYALANUSANTARA, SEMARANG -  Komisi V DPR RI memberikan dukungan atas pengajuan anggaran pembangunan infrastruktur oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi untuk penanganan rob di Sayung Kabupaten Demak. Total anggaran yang diajukan  senilai Rp1,7 triliun.

Dukungan itu menandakan keberhasilan program Forum Senayan yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi.

Anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro mengatakan dirinya bukan berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Demak. Namun, sebagai wakil dari Jawa Tengah maka ia memberikan dukungan penanganan persoalan rob melalui dorongan anggaran APBN.

"Dulu saya ikut rapat di sini (Forum Legislatif). Setelah ada banjir rob, Pak Gubernur ajukan anggaran Rp1,7 Triliun. Kami perjuangkan di Komisi V dan juga perjuangkan ke Menteri Pekerjaan Umum," kata Sriyanto  usai mengikuti kunjungan kerja Komisi V di Gradhika Bhakti Praja Kota Semarang, Jumat 25 Juli 2025.

Menurutnya, rob sayung ini sudah menjadi perhatian nasional. Lantaran tak ada hujan pun, rob bisa menggenangi jalan maupun rumah-rumah warga. Imbasnya adalah kesejahteraan masyarakat.


 Sriyanto juga mengapresiasi upaya Gubernur Ahmad Luthfi yang secara keroyokan menerjunkan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna penanganan rob jangka pendek. Hasilnya pun terlihat, mulai dari penanganan kesehatan masyarakat, pengaturan lalu lintas jalan hingga penyedotan air rob dan dialirkan ke sungai.


Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae mengatakan, akan berupaya mengawal aspirasi masyarakat Jateng tersebut ke tingkat pusat.

“Kami akan memperjuangkan apa yang menjadi keinginan masyarakat Jawa Tengah melalui Gubernurnya,” tegasnya.

Anggota Komisi V DPR RI lain, Syaiful Huda juga mengapresiasi penanganan cepat yang dilakukan Pemprov Jateng terhadap rob di Sayung. Ia menilai, pendekatan “kroyokan” antar-OPD yang diinisiasi Gubernur Luthfi sangat efektif untuk penanganan jangka pendek.

“Luar biasa. Disukai rakyat. Insyaallah (usulan strategis) akan kami pertimbangkan untuk masuk prioritas pembangunan 2026,” kata Huda.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini