Era Digital Dorong Sinergi Baru China-ASEAN di Dunia Pendidikan, Budaya, dan Pariwisata

Era Digital Dorong Sinergi Baru China-ASEAN di Dunia Pendidikan, Budaya, dan Pariwisata

   "Kedua negara bersama-sama membina talenta vokasi serta membangun jembatan kolaborasi antara sekolah dan dunia industri, sehingga pengembangan talenta secara langsung melayani kebutuhan ekonomi industri," tutur Hadi.

   "Dalam beberapa tahun terakhir, Institut Politeknik Yangzhou di China terus menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah di Indonesia, dengan menghadirkan peralatan manufaktur pintar dari China serta kurikulum terkait. Lulusan program ini dengan cepat diserap oleh perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di Indonesia. Model 'bahasa Mandarin plus keterampilan vokasi' ini tidak hanya meningkatkan daya saing kerja pelajar, tetapi juga menjawab kebutuhan perekrutan perusahaan," jelas Hadi.

   Terkait aliansi pendidikan vokasi Lokakarya Guijiang (Guijiang Workshop), yang baru diluncurkan dalam ajang tahun ini, Hadi memberikan apresiasi tinggi. "Industri kerajinan tangan memiliki arti penting bagi pembangunan ekonomi negara-negara ASEAN. Bentuk kerja sama ini dapat mendorong integrasi antara keahlian tradisional dan industri modern, serta membuka lebih banyak peluang kerja."

   Menurut otoritas pendidikan setempat, Lokakarya Guijiang merupakan proyek utama untuk mendukung internasionalisasi pendidikan vokasi di Guizhou, dengan fokus pada pelestarian warisan budaya takbenda, keterampilan digital, serta integrasi antara dunia industri dan pendidikan. Hal ini bertujuan membantu kaum muda ASEAN dalam memperoleh pekerjaan serta mendukung transformasi industri.

   "Pusat kami akan terus membangun platform kerja sama pendidikan vokasi China-ASEAN lintas sektor, dengan fokus menyelaraskan standar pelatihan talenta di bidang pertanian, kendaraan energi baru, rekayasa internet, pariwisata budaya, dan sektor lainnya, demi memperlancar mobilitas tenaga kerja dan mendorong peningkatan industri," kata Hadi.

   "Selain itu, kami akan terus mendorong berbagai kegiatan seperti kunjungan para diplomat ASEAN ke China serta tur studi sekolah vokasi China ke negara-negara ASEAN, guna membuka peluang baru kerja sama China-ASEAN, memperkuat dialog kebijakan dan penyelarasan sumber daya, serta memberdayakan pengembangan pendidikan dan pembinaan talenta melalui inovasi dan teknologi," tambahnya.

   Di sela-sela wawancara, Hadi juga berbagi pengalaman menyenangkan selama kunjungannya di Guizhou. Dia mengaku terkesan dengan cita rasa kuliner lokal serta geliat ekonomi malam yang dinamis di provinsi tersebut.

   Kini menetap di Beijing bersama keluarganya, Hadi dengan nada bergurau menyebut dirinya sebagai "pengembara Beijing" yang mendedikasikan diri untuk memajukan kerja sama pendidikan China-ASEAN.

   "Tujuan akhir pendidikan adalah untuk memberdayakan pertumbuhan generasi muda. Digitalisasi dan pendidikan vokasional adalah dua penggerak utama yang mendorong pendidikan menuju masa depan," tutur Hadi penuh keyakinan.

   "Melalui pengalaman bersama dan penyatuan sumber daya, China dan ASEAN akan membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan tangguh, yang akan terus memberikan vitalitas bagi pembangunan kawasan," pungkasnya.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini