IGD RSUD Alami Lonjakan Pasien, Bupati Blora Minta Warga Waspada dan Dinkes Tingkatkan Pelayanan

IGD RSUD Alami Lonjakan Pasien, Bupati Blora Minta Warga Waspada dan Dinkes Tingkatkan Pelayanan

blorakab.go.id

NYALANUSANTARA, Blora - Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Soetijono Blora mengalami lonjakan pasien belakangan ini, dengan mayoritas pasien mengeluh demam dan dicurigai menderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Blora.

Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Bupati Blora, H. Arief Rohman, mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan mereka. 

Dalam kunjungannya, Bupati Arief didampingi oleh Kepala Dinkes Blora, Edy Widayat. Mereka bertemu dengan beberapa pasien dan memberikan semangat kepada tenaga kesehatan di RSUD dr. Soetijono Blora.

''Akhir-akhir ini IGD RSUD dr. Soetijono Blora ternyata pasiennya penuh. Kebanyakan mengeluh demam dan mengarah ke demam berdarah. Untuk itu kami minta para dokter dan nakes meningkatkan pelayanan. Ikan sepat, ikan gabus, dan ikan lele. Bekerja cepat, kerja bagus, tidak bertele-tele,'' ungkap Bupati Arief dalam sela-sela sidak.

Kepala Dinkes Blora, Edy Widayat, membenarkan adanya lonjakan kasus DBD, meskipun tidak semua pasien yang memenuhi IGD RSU Blora menderita penyakit tersebut. "Namun demikian, memang akhir-akhir ini ada peningkatan kasus DBD. Untuk itu warga harus waspada,'' tambah Edy Widayat.

Selama tahun 2023, Blora mencatat 266 kasus DBD, dengan 12 di antaranya berakhir fatal. Lonjakan kasus ini disebabkan oleh cuaca yang tidak menentu, cenderung intensitas hujan tinggi. 

Sepuluh dari 16 kecamatan di Blora melaporkan kasus DBD yang signifikan, seperti Kecamatan Blora (37 kasus), Ngawen (29), Kunduran (25), dan Tunjungan (26).


Editor: Admin

Terkait

Komentar

Terkini