800 Warga Blora Mengungsi Usai Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Gandu

800 Warga Blora Mengungsi Usai Ledakan Sumur Minyak Ilegal di Gandu

NYALANUSANTARA, BLORA- Sebanyak 800 warga Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora, terpaksa mengungsi setelah sumur minyak ilegal di Dusun Gendono meledak dan terbakar pada Minggu (17/8/2025). Ledakan tersebut sebelumnya menewaskan tiga orang, masing-masing Tanek (60), Sureni (52), dan Wasini (50).

Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengatakan jumlah pengungsi meningkat signifikan dibanding hari pertama. “Awalnya sekitar 50 keluarga, kini total 800 warga sudah mengungsi. Ada yang di balai desa, ada yang tinggal di rumah saudara maupun tetangga,” ujarnya di Balai Desa Gandu, Senin (18/8).

Pantauan di lokasi menunjukkan warga datang dengan membawa barang seadanya, mulai dari baju ganti hingga selimut. Anak-anak hingga lansia ikut mengungsi, tidur beralaskan karpet, terpal, atau matras bantuan pemerintah.

Pemerintah setempat telah mendirikan dapur umum di Balai Desa Gandu dengan kapasitas 900 paket makanan per hari untuk memenuhi kebutuhan pengungsi maupun petugas gabungan. Distribusi makanan dilakukan tiga kali sehari dengan melibatkan Karang Taruna, PKK, serta relawan lokal.

Selain logistik, Dinsos juga menyiapkan dukungan psikologis bagi warga yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut. “Kondisi relatif aman, namun warga masih dihantui rasa takut. Tim psikolog sudah disiapkan bila diperlukan,” jelas Luluk.

Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan sumur minyak yang meledak berstatus ilegal karena tidak mengantongi izin resmi. “Ini memang sumur masyarakat yang belum legal,” katanya saat meninjau lokasi.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini