Ikuti Pertukaran Pendidikan, Nur Azizah Tertarik dengan Mempelajari Arsitektur China dan Indonesia
"Dalam beberapa tahun terakhir, summer camp ini berperan penting dalam mendorong pertukaran pendidikan antara China dan negara-negara ASEAN. Dengan mengorganisasi guru dan siswa ASEAN untuk belajar di China, serta memanfaatkan teknologi maju dan pengalaman pembangunan disiplin ilmu di lembaga vokasi China, kami membantu negara-negara ASEAN menstandarisasi pendidikan vokasi, pelatihan keterampilan, dan pengembangan talenta," jelas Songheang.
Selama kunjungan ke Guizhou, guru SMA asal Indonesia, Roeri Handayani, menampilkan tarian khas bersama rekan-rekannya untuk memperkenalkan budaya etnis dari berbagai pulau di Indonesia. Pernah menampilkan seni tari dan lagu Indonesia di Beijing pada 2012, dia mengaku kagum melihat perubahan besar di China saat ini.
"Lebih dari satu dekade berlalu, teknologi China berkembang pesat. Di sejumlah objek wisata di Guizhou, saya melihat anjing robot yang lucu. Dengan pembayaran melalui ponsel pintar, kami bisa dengan mudah menyewa kendaraan listrik (electric vehicle/EV) untuk perjalanan ramah lingkungan. Di Kota Kuno Qingyan, saya membeli banyak produk budaya dan kreatif sebagai hadiah bagi keluarga," ujar Roeri.
"Digitalisasi dan kecerdasan buatan membuat hidup masyarakat sangat nyaman," kata Roeri.
"Kini banyak warga China bepergian, membuka usaha, atau belajar di Indonesia. Sementara itu, siswa-siswa di sekolah Indonesia juga secara khusus mempelajari bahasa Mandarin dan memilih bekerja di perusahaan China di Indonesia setelah lulus," lanjut Roeri.
"Saya berharap pertukaran dan kerja sama pendidikan antara China dan ASEAN terus diperdalam, sehingga memberi lebih banyak peluang bagi guru serta pelajar muda ASEAN untuk terlibat dalam pertukaran mendalam dan memahami budaya serta sejarah satu sama lain," ujarnya.
Dari kursus berbasis platform digital bersama hingga pertukaran pengalaman dalam pengembangan disiplin ilmu, kerja sama pendidikan China-ASEAN kini dibangun di atas resonansi budaya sebagai fondasi dan didorong oleh pemberdayaan teknologi, membentuk jaringan kerja sama pendidikan yang komprehensif dan multilevel.
"Pemuda adalah kekuatan pendorong masa depan. Melalui inovasi bersama dan pelatihan talenta antara pemuda China dan ASEAN, kita tidak hanya menulis babak baru kerja sama pendidikan, tetapi juga masa depan komunitas regional dengan berbagi nasib yang sama," pungkas Songheang.
Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua
Terkait
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Negara-negara Asia Tenggara siap untuk mempercepat pengadopsian…
NYALAUSANTARA, JAKARTA- Upacara penutupan World Games ke-12 digelar pada…
Terkini
NYALANUSANTARA, Semarang - Portal pembatas kendaraan berat yang…
NYALANUSANTARA. Semarang - Lapas Kelas I Semarang terus…
NYALANUSANTARA, Jakarta – Isu kedaulatan pangan dinilai menjadi…
NYALANUSANTARA, Semarang— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menanam sebanyak…
NYALANUSANTARA, Getasan— Sebanyak 2.700 pelari dari 14 negara…
NYALANUSANTARA, Boyolali— Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno,…
NYALANUSANTARA, Semarang— Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia…
NYALANUSATARA, BANDUNG- Mahasiswa Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Proyek Kanal Pinglu di Daerah Otonom Etnis…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh mencatat lonjakan…
NYALNUSANTARA, DENPASAR- Bali United resmi mengakhiri kerja sama peminjaman…
Komentar