Lonjakan Wisatawan China, Pemandu Kawah Ijen Tekun Belajar Bahasa Mandarin

Lonjakan Wisatawan China, Pemandu Kawah Ijen Tekun Belajar Bahasa Mandarin

   Meski jarak dari rumahnya ke lokasi mengajar cukup jauh, yakni memakan waktu hampir setengah jam perjalanan, Sulis mengaku antusias untuk berbagi pengetahuan bahasa Mandarin dengan para pemandu yang kebanyakan masih berada di usia 20 sampai 30-an tahun. Dia ingin lebih banyak orang di daerahnya tertarik mempelajari bahasa asing ini karena semakin dibutuhkan terutama untuk dunia kerja.

   Bukan hanya para pemandu wisata, pekerja lainnya di sekitar objek wisata Kawah Ijen juga berbondong-bondong belajar bahasa Mandarin. Sulis mengatakan sejumlah pekerja ojek gerobak yang dikenal dengan "lamborghini" sempat menyatakan minat untuk mendaftar kelas khusus.

   Belum lama ini, sejumlah video viral di media sosial menunjukkan para pedagang buah di sekitar pos pendakian yang menawarkan dagangnya dengan bahasa Mandarin. Dalam sebuah video di akun @kawahijenindonesia yang telah ditonton lebih dari 1 juta kali di TikTok, seorang pedagang wanita terlihat menjelaskan harga berbagai jenis buah dagangannya dalam bahasa Mandarin. Pedagang itu mengaku mempelajari bahasa Mandarin secara otodidak.

preferred sources in Google Searc


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Terkait

Komentar

Terkini