Lumpia Semarang, Lahir dari Akulturasi hingga Jadi Ikon Pariwisata

Lumpia Semarang, Lahir dari Akulturasi hingga Jadi Ikon Pariwisata

   Lumpia Gang Lombok, yang dikelola oleh generasi keempat, Purnomo Husodo atau akrab dipanggil Untung, sering disebut sebagai pelopor dan yang tertua di kota ini, dengan usianya yang diperkirakan telah mencapai satu abad lebih.

   "Lumpia ini enggak tahu sudah berapa tahun, yang jelas saya generasi keempat. Saya diwarisi bapak, saat bapak sudah berumur 50-an juga. Kalau dihitung dari keluarga pertama sudah satu abad lebih," kata Untung pada 26 Agustus 2025. Dia juga membenarkan bahwa lumpia lahir dari kisah cinta Tjoa Thay Joe dan Wasih.

Foto tanpa keterangan tanggal ini menunjukkan Lumpia Gang Lombok di Semarang, Provinsi Jawa Tengah. (Sumber: Istimewa)

   Keunikan Lumpia Gang Lombok terletak pada komitmennya untuk mempertahankan resep autentik yang diciptakan oleh kakek buyutnya. Di tengah maraknya inovasi, Lumpia Gang Lombok memilih strategi bisnis yang berfokus pada konsistensi autentisitas sebagai daya tarik utama.

   Menurut Vincen Setiawan Husodo, anak laki-laki Untung, mereka sengaja mempertahankan menu autentik. "Kalau kita menunya original saja, cuma ada yang goreng atau basah. Kita memang ingin mempertahankan yang original ini, sih," ujarnya saat diwawancarai pada hari yang sama.

   Di sisi lain, penjual lumpia legendaris lainnya, seperti Loenpia Mbak Lien dan Lunpia Cik Me Me, telah berinovasi dengan menawarkan varian isian modern yang lebih beragam. Hal ini menunjukkan dua strategi bisnis yang berbeda tetapi sama-sama berhasil.

   Konsistensi autentisitas Lumpia Gang Lombok menjadi nilai jual historis yang menarik para pencinta kuliner puritan, sementara inovasi dari penjual lain menjangkau pasar yang lebih luas dan dinamis. Keberadaan kedua pendekatan ini secara bersamaan menunjukkan bahwa lumpia Semarang memiliki ruang yang cukup untuk tradisi dan modernitas.

Foto yang diabadikan pada 27 Agustus 2025 ini menunjukkan lumpia basah dalam kemasan yang dijual di sebuah toko di Semarang, Provinsi Jawa Tengah. (Sumber: Istimewa)


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini